Soroti Fenomena Sosial, Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil Ingatkan Pentingnya Meneladani Akhlak Rasulullah

Admin · 5 Jul 2026, 08:46 WIB · 20 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Soroti Fenomena Sosial, Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil Ingatkan Pentingnya Meneladani Akhlak Rasulullah

PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan pandangan mendalam mengenai fenomena sosial keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat saat ini. Beliau mengajak seluruh umat untuk kembali merenungkan dan meneladani keagungan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi setiap persoalan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Abuyya M. Hasan Syaibah kepada java66news.com pada Minggu (5/7/2026). Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa landasan utama dalam menyikapi dinamika sosial harus didasarkan pada rasa cinta dan kebenaran, bukan atas dasar kritikan yang destruktif apalagi kebencian.

Refleksi Kisah Dakwah di Taif

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Abuyya M. Hasan Syaibah membuka pandangannya dengan mengajak masyarakat mengingat kembali sirah nabawiyah, khususnya peristiwa memilukan saat Rasulullah SAW berdakwah ke Kota Taif. Ketika itu, Rasulullah berharap mendapatkan sambutan yang baik demi menghibur hati setelah mendapat penolakan keras dari kafir Quraisy di Makkah.

“Namun, apa yang terjadi di luar dugaan. Bukannya penyambutan hangat, beliau justru dihujani batu hingga beliau dan sahabatnya terluka dan berdarah. Begitu beratnya ujian itu, hingga malaikat pun tidak tega dan menawarkan membalas perbuatan penduduk Taif,” ujar Abuyya.

Beliau melanjutkan, alih-alih menerima tawaran malaikat untuk membalas dendam, Rasulullah SAW justru menjawab dengan penuh kasih sayang:

“Biarlah jangan dibalas. Andaikan mereka tahu maksud baikku, pasti ini tidak terjadi. Dan aku masih berharap kelak anak cucu mereka ada yang mengikutiku.”

Menyoroti Fenomena Kontemporer dan Validitas Nasab

Berkaca dari keluhuran akhlak tersebut, Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah ini kemudian menyoroti fenomena masa kini. Ia menyayangkan sikap sebagian pihak yang mengaku sebagai keturunan nabi (dzurriyah), namun langsung bereaksi keras berupa kemarahan, doa yang tidak mendidik, hingga doktrinasi yang dinilai kurang bijak ketika keabsahan nasab mereka dipertanyakan atau disangsikan oleh publik.

“Subhanallah, tetapi bagaimana dengan fenomena hari ini? Mereka yang mengaku keturunannya, hanya dipertanyakan atau disangsikan keabsahannya, sudah kebakaran jenggot, marah-marah dengan doanya dan doktrin-doktrin yang tidak mendidik,” tuturnya.

Menurut Abuyya, sikap-sikap reaktif dan emosional tersebut justru semakin membuat publik ragu dan memicu sangkaan di tengah masyarakat mengenai kebenaran klaim nasab mulia tersebut. Padahal, Rasulullah SAW dikenal memiliki perangai yang sangat agung, bahkan ditegaskan dalam sebuah riwayat bahwa akhlak beliau adalah Al-Qur’an (kana khuluquhul quran).

Ajakan Berpikir Jernih Menggunakan Hati

Menutup keterangannya, Abuyya M. Hasan Syaibah menegaskan bahwa adalah hal yang manusiawi dan wajar jika masyarakat menjadi ragu apabila melihat adanya jurang pemisah yang lebar antara klaim nasab dengan realitas perilaku sehari-hari.

“Lantas, salahkah jika kita menyangsikan keberadaan mereka yang akhlaknya jauh dari yang diakuinya? Berpikirlah dengan hati, bukan dengan nafsu,” pungkas Abuyya, mengingatkan agar masyarakat luas tetap mengedepankan kejernihan hati dan rasionalitas dalam menyikapi fenomena ini. (SNA/Red)

20 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →