Wujudkan Pendidik Berbasis Cinta, MTsN 1 Pasuruan Gelar Pelatihan Pelopor KBC di Trawas

Admin · 23 Jun 2026, 15:45 WIB · 44 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Wujudkan Pendidik Berbasis Cinta, MTsN 1 Pasuruan Gelar Pelatihan Pelopor KBC di Trawas

TRAWAS, (java66news.com) – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan membentuk karakter peserta didik yang unggul, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pasuruan menyelenggarakan Pelatihan Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan 1 bagi Tenaga Pendidik Tahun Ajaran 2025/2026. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh motivasi ini digelar selama dua hari, yakni pada Selasa sampai Rabu, 23-24 Juni 2026, bertempat di Grand Whiz Hotel, Trawas.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Dr. H. Mochammad Toha, S.Ag., M.Si., yang bertindak sebagai narasumber, serta Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag. Turut hadir pula Widyaiswara BDK Surabaya, Kepala MTsN 1 Pasuruan, H. Yasir, S.Ag., M.Pd.I., beserta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 1 Pasuruan.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Guru Harus Bangga dan Tertib Administrasi

Dalam sambutan dan arahannya, Kepala BDK Surabaya, Dr. H. Mochammad Toha, menekankan pentingnya rasa bangga profesi bagi seorang guru. Menurutnya, negara ini berutang budi sangat besar kepada guru. Oleh karena itu, setiap pengajar wajib memastikan dirinya menjadi teladan yang baik bagi para murid.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa dedikasi di kelas harus diimbangi dengan ketertiban dokumen kerja.

“Bekerja sebaik apa pun, setertib apa pun, tetapi kalau secara administrasi tidak ada, maka percuma. Sebab, segala sesuatunya harus detail secara administrasi,” tegas Mochammad Toha.

Mendidik dengan Kacamata Welas Asih dan Mahabah

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, mengajak para guru untuk mengubah paradigma dalam memandang anak didik. Ia meminta guru tidak lagi menempatkan murid sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang didampingi dalam proses belajar.

“Sebagai guru, lihatlah murid dengan kacamata welas (belas asih). Fokus utama kita adalah bagaimana anak-anak kita, murid MTsN 1 Pasuruan, menjadi generasi yang berilmu dan bermoral,” ujar Achmad Shampton.

Ia juga mengingatkan agar para pendidik tidak mudah memberikan penghakiman (menjustifikasi) buruk kepada siswa. Lebih lanjut, ia menyoroti makna keikhlasan yang sering kali tereduksi.

“Kita sering kali merendahkan makna lillahi ta’ala. Profesionalisme tetap harus ditunjukkan, salah satunya melalui administrasi yang ditampilkan secara baik. Pokok perhatian kita jangan difokuskan pada gaji dan tunjangan, melainkan fokus kita adalah mahabah (rasa cinta) dalam menjalankan tugas sebagai guru,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala MTsN 1 Pasuruan, H. Yasir, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan berharap pelatihan KBC ini mampu membawa perubahan signifikan dalam metode pembelajaran di madrasah, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang ramah, profesional, dan penuh kasih sayang. (J66/Red)

44 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →