PASURUAN — (java66news.com) Menjaga kualitas ibadah wajib merupakan kunci utama dalam meraih keselamatan di akhirat kelak. Hal tersebut ditegaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah.
Kepada java66news.com pada Sabtu (27/6/2026), beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat sujud dan salat sebagai kunci pembuka pintu surga berdasarkan petunjuk hadis Nabi Muhammad SAW.
Filosofi Delapan Pintu Surga dan Anggota Sujud
Abuyya M. Hasan Syaibah menjelaskan bahwa momentum paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT adalah di kala bersujud. Beliau mengaitkan secara erat antara jumlah pintu surga dengan anatomi tubuh manusia saat melakukan gerakan sujud.
“Pintu surga ada delapan, dan orang yang bisa masuk surga itu adalah orang yang pernah bersujud,” tutur Abuyya Hasan.
Beliau memaparkan bahwa ada 7 (tujuh) anggota badan yang ikut bersujud, yaitu kepala (dahi dan hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, serta kedua ujung tapak kaki.
“Jika jumlah tujuh anggota badan tersebut ditambah dengan keikhlasan hati, maka jumlahnya menjadi pas delapan. Hal ini sangat relevan dengan jumlah pintu surga yang juga ada delapan,” tambahnya.
Salat sebagai Tiang Agama dan Penentu Keselamatan
Lebih lanjut, Abuyya Hasan menekankan bahwa sujud secara sempurna hanya terjadi di dalam ibadah salat. Oleh karena itu, akan sangat mustahil bagi orang yang tidak salat (bersujud) untuk bisa masuk surga. Salat diibaratkan sebagai tiang agama; sekali tiang tersebut roboh, maka roboh pula bangunan agamanya.
Sesuai dengan sebuah hadis yang dikutipnya, amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salat. Beliau menegaskan bahwa ukuran keselamatan kelak di hari kiamat sangat bergantung pada kualitas salatnya.
“Jika kualitas salatnya baik, maka segala amalan lainnya tidak perlu ditelisik lagi. Namun, bagaimana jika sebaliknya?” ujar beliau mengingatkan.
Ajakan Meningkatkan Kualitas Ibadah
Di akhir penyampaiannya, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah ini mengajak seluruh umat Muslim untuk senantiasa memperbaiki kualitas salat secara tepat waktu, khusyuk, dan dilaksanakan secara berjamaah. Menurut beliau, di situlah letak pintu utama untuk masuk ke dalam surga.
“Anggota badanmu yang ikut bersujud kelak akan menjadi bukti nyata di akhirat dan akan menjadi kunci sebagai pembukanya,” pungkas Abuyya Hasan Syaibah.(SNA/Red)
