Cegah Konflik Keagamaan, KUA Rejoso Pasuruan Gelar Dialog Kerukunan dan Pemetaan Isu Aktual Lewat EWS

Admin · 24 Jun 2026, 20:28 WIB · 47 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Cegah Konflik Keagamaan, KUA Rejoso Pasuruan Gelar Dialog Kerukunan dan Pemetaan Isu Aktual Lewat EWS

PASURUAN, (java66news.com) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, menyelenggarakan rapat koordinasi sekaligus dialog kerukunan yang mengusung tema Pemetaan Isu Aktual Sosial Keagamaan dan Pembangunan dalam Deteksi Dini Konflik Keagamaan (Early Warning System/EWS). Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Rabu, (24/6/2026), dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Aula KUA Kecamatan Rejoso.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen penting masyarakat, meliputi jajaran penyuluh agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah desa se-Kecamatan Rejoso. Agenda ini diinisiasi sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat sinergi demi menjaga kerukunan umat beragama sekaligus mengantisipasi potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Rejoso, H. Yusuf Widodo, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kerukunan merupakan fondasi utama dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Menurut beliau, penyuluh agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan untuk membangun suasana yang kondusif, aman, damai, dan harmonis. H. Yusuf Widodo menambahkan bahwa melalui komunikasi yang baik dan koordinasi yang berkelanjutan, berbagai potensi konflik dapat dideteksi sejak dini. Langkah ini penting agar persoalan dapat diselesaikan secara damai melalui dialog dan musyawarah sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih luas.

Forum ini berjalan dengan interaktif, di mana para peserta diajak untuk memperkuat komitmen bersama dalam menumbuhkan praktik kehidupan beragama yang moderat, toleran, dan menghargai keberagaman. Segenap unsur yang hadir juga sepakat untuk mencegah segala bentuk sikap yang berpotensi memecah persatuan, seperti intoleransi, diskriminasi, ujaran kebencian, dan rasisme melalui edukasi aktif di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Rejoso berharap terbangun komitmen yang kokoh untuk terus merawat solidaritas sosial dalam bingkai keberagaman. Sinergi antara pemerintah, pemuka agama, dan masyarakat diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.

(J66/Red)

47 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →