PASURUAN – (java66news.com) Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kecamatan Rembang terus berupaya meningkatkan kewaspadaan dini terhadap dinamika sosial keagamaan di wilayahnya. Hal ini diwujudkan melalui rapat koordinasi dan pembinaan bertajuk Early Warning System (EWS) yang digelar pada Rabu (06/05/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Camat Rembang, Yudianto, S.H., M.M., serta jajaran penyuluh agama Islam, penghulu, hingga mudin (amil/P3N) se-Kecamatan Rembang.
Kepala KUA Pusaka Kecamatan Rembang, H. Mochammad Irjik, S.HI menjelaskan bahwa program Early Warning System ini merupakan langkah strategis untuk mendeteksi potensi permasalahan di tengah masyarakat secara lebih cepat dan akurat. Menurutnya, kepekaan petugas di lapangan adalah kunci utama keberhasilan program ini.
“Petugas di lapangan, baik penyuluh maupun mudin, harus memiliki kepekaan dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Kita harus mampu membaca situasi sebelum sebuah masalah membesar,” ujar H. Mochammad Irjik dalam arahannya.
Fokus pada Isu Krusial: Dari Aliran Menyimpang hingga Stunting
Dalam keterangannya, H. Mochammad Irjik juga merinci beberapa isu krusial yang menjadi fokus utama dalam sistem deteksi dini ini. Fokus tersebut meliputi:
Potensi gesekan sosial bernuansa keagamaan.
Munculnya aliran-aliran yang terindikasi menyimpang.
Pencegahan pernikahan dini.
Serta penanganan isu stunting yang menjadi perhatian nasional.
Mengedepankan Pendekatan Tabayyun
Lebih lanjut, H. Mochammad Irjik menekankan bahwa dalam menghadapi setiap riak konflik, KUA Rembang mengedepankan cara-cara yang persuasif dan humanis.
“Pendekatan tabayyun (klarifikasi) dan dialog kekeluargaan adalah prioritas kami. Dengan komunikasi yang baik, kita berharap setiap potensi konflik bisa diredam sejak dini agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih luas,” tambahnya.
Sinergi lintas unsur yang ditunjukkan dalam rapat koordinasi ini diharapkan dapat menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Rembang secara berkelanjutan. Dukungan penuh dari pemerintah kecamatan pun memperkuat posisi KUA sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni keberagaman di tingkat lokal.(Red)
