Sinergi Cegah Konflik, KUA Pusaka Purwodadi Pasuruan Gelar Rakor Penguatan Early Warning System

Admin · 23 Jun 2026, 19:15 WIB · 51 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Sinergi Cegah Konflik, KUA Pusaka Purwodadi Pasuruan Gelar Rakor Penguatan Early Warning System

PASURUAN, (java66news.com) – Guna memperkuat kapasitas Kantor Urusan Agama (KUA) dalam mendeteksi, mencegah, sekaligus merespons potensi konflik berdimensi keagamaan di tengah masyarakat, KUA Pusaka Purwodadi Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Early Warning System (EWS). Kegiatan strategis tersebut berlangsung di Aula KUA Pusaka Purwodadi pada Selasa (23/6/2026).

Agenda ini dihadiri dan diikuti oleh berbagai unsur penting, di antaranya Tim Satuan Tugas (Satgas) EWS KUA, Penyuluh Agama Islam, Penghulu, serta sejumlah tokoh masyarakat se-Kecamatan Purwodadi.

Rakor yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Pusaka Purwodadi, Muhammad Saiful, S.Ag. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap segala bentuk gesekan sosial yang membawa unsur agama.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Kepada java66news.com menuturkan, Muhammad Saiful menjelaskan bahwa potensi konflik sering kali dipicu oleh persoalan sepele yang luput dari penanganan cepat.

“Konflik keagamaan seringkali berawal dari kesalahpahaman kecil yang jika tidak ditangani dengan bijak dapat berkembang menjadi perpecahan. Dengan Rakor ini, diharapkan terjalin sinergitas di antara elemen masyarakat dan mempunyai prosedur yang jelas untuk menyelesaikan masalah secara damai,” ujarnya.

 

 

Lebih lanjut, Muhammad Saiful menambahkan bahwa keberadaan sistem peringatan dini (early warning system) yang kokoh sangat krusial dalam mendukung efektivitas tugas jajaran KUA dan tokoh masyarakat di lapangan. Tujuannya tidak lain adalah demi merawat kehidupan beragama yang rukun, damai, dan harmonis di wilayah Kecamatan Purwodadi yang bercirikan keberagaman.

Menurutnya, sistem tersebut wajib dibangun melalui pendekatan yang strategis, inklusif, dan partisipatif dengan menyentuh fondasi terkecil di masyarakat.

“Pencegahan konflik tidak hanya dilakukan dalam skala institusi, melainkan harus dimulai dari keluarga,” tandasnya di akhir arahannya.

Melalui koordinasi intensif ini, KUA Pusaka Purwodadi berkomitmen untuk terus mengawal kondusivitas wilayah melalui deteksi dini, sehingga setiap potensi riak di masyarakat dapat diredam secara damai sebelum meluas. (J66/Red)

51 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →