Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Jember, Getaran Terasa Kuat hingga Banyuwangi dan Bali

Admin · 26 Mei 2026, 17:16 WIB · 21 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Jember, Getaran Terasa Kuat hingga Banyuwangi dan Bali

JEMBER, (java66news.com) – Warga di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Jember dan Banyuwangi, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi pada Selasa sore, 26 Mei 2026, sekitar pukul 15.39 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tersebut memiliki magnitudo awal 5,1 (parameter update menunjukkan magnitudo 4,8). Episenter gempa terletak di laut, tepatnya sekitar 93 hingga 99 kilometer arah tenggara Jember dengan kedalaman 14 kilometer.

Warga Berhamburan Keluar Rumah

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di berbagai daerah. Di Jember, guncangan mencapai skala intensitas IV MMI, yang membuat warga panik dan berlarian keluar rumah.

Hal serupa dialami warga di Banyuwangi yang merasakan getaran dengan skala III-IV MMI. “Kaget sekali, saat sedang duduk tiba-tiba bergoyang. Saya langsung lari keluar ruangan,” ujar Chofi, salah seorang warga Banyuwangi yang merasakan guncangan selama beberapa detik.

Cakupan Wilayah yang Merasakan Gempa

BMKG mencatat bahwa getaran gempa ini terasa cukup luas, mencakup:

Skala IV MMI: Jember.

Skala III-IV MMI: Banyuwangi.

Skala III MMI: Bondowoso, Malang, Kuta, dan Kuta Selatan.

Skala II-III MMI: Denpasar.

Skala II MMI: Blitar dan Trenggalek.

Tidak Berpotensi Tsunami

Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, memastikan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pihak BMKG menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng, dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan akibat peristiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta selalu memantau informasi resmi dari BMKG melalui kanal-kanal resmi.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tegas pihak BMKG dalam keterangannya.(Red)

21 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →