JEMBER, (java66news.com) – Peringatan Hari Raya Idul Adha di Kabupaten Jember tahun ini menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan hati. Di tengah kekhusyukan umat Muslim merayakan hari raya kurban, jalinan toleransi antarumat beragama justru terekam kuat lewat sebuah kunjungan penuh kehangatan.
Pemuka agama Katolik setempat secara khusus menyambangi Kantor DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember. Kehadiran tokoh Katolik ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah simbol nyata dari kuatnya harmoni dan persaudaraan di Bumi Pendalungan.
Merajut Harmoni di Hari Raya
Kedatangan perwakilan umat Katolik yang dipimpin langsung oleh Humas Gereja Santo Yusuf Jember, Yidi, disambut hangat oleh jajaran pengurus DPD LDII Jember. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini menjadi bukti bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling menghormati dan berbagi kebahagiaan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Jember H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., kepada java66news.com menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas kunjungan tersebut. Menurutnya, momentum Idul Adha yang identik dengan ibadah kurban menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperkuat solidaritas sosial, tidak hanya sesama Muslim, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.
“Kehadiran saudara-saudara kita dari umat Katolik, khususnya dari Gereja Santo Yusuf yang diwakili oleh Pak Yidi di momen Idul Adha ini, adalah wujud nyata dari indahnya toleransi di Jember. Kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian sosial, dan hari ini kita merayakan nilai-nilai kemanusiaan itu bersama-sama,” ujar H. Akhmad Malik Afandi.
Kurban sebagai Perekat Sosial
Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak saling berdialog tentang pentingnya menjaga kerukunan dan kondusivitas di Kabupaten Jember. Sebagai Humas Gereja Santo Yusuf, Yidi bersama rombongan menyampaikan ucapan selamat Idul Adha kepada seluruh warga LDII dan umat Muslim di Jember.
Bagi pihak Gereja Santo Yusuf, menyaksikan langsung prosesi kurban dan bagaimana daging kurban didistribusikan secara inklusif memberikan kesan mendalam tentang indahnya berbagi di tengah keberagaman.
H. Akhmad Malik Afandi juga menegaskan bahwa hasil pemotongan hewan kurban oleh LDII tidak hanya dibagikan kepada warga Muslim yang membutuhkan, namun manfaatnya juga menjangkau warga non-Muslim di sekitar lingkungan warga LDII. Hal ini sejalan dengan komitmen LDII untuk terus memberikan kontribusi positif dan menjadi perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Jember, Contoh Kota Toleran
Pertemuan antara pengurus LDII Jember dan Humas Gereja Santo Yusuf ini sukses menepis segala sekat perbedaan. Kunjungan ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa di Jember, toleransi bukan sekadar slogan, melainkan napas kehidupan sehari-hari.
Dengan komitmen yang terus dijaga oleh para tokoh agama, DPD LDII Jember bersama tokoh lintas agama lainnya berharap keharmonisan seperti ini dapat terus dirawat demi terciptanya masyarakat Jember yang aman, damai, dan sejahtera. (JN66/Red)
