Gunung Semeru Tertutup Kabut, PVMBG Catat 21 Kali Letusan dalam Enam Jam

Admin · 28 Mei 2026, 15:37 WIB · 10 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Gunung Semeru Tertutup Kabut, PVMBG Catat 21 Kali Letusan dalam Enam Jam

LUMAJANG, (java66news.com) – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan masih fluktuatif. Dalam pengamatan terbaru selama enam jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami puluhan kali letusan, meskipun secara visual puncak gunung sering kali tertutup oleh kabut tebal.

Berdasarkan laporan tertulis resmi dari petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Sigit Rian Alfian, pada Kamis (28/5/2026), terekam secara instrumental sebanyak 21 kali gempa letusan atau erupsi dalam durasi enam jam pengamatan. Kendati demikian, kendala cuaca dan kabut tebal di sekitar puncak membuat tinggi kolom abu maupun arah luncuran material vulkanik sering kali tidak dapat teramati dengan jelas secara visual.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Terekam 21 kali gempa letusan atau erupsi, namun tinggi kolom abu tidak teramati karena puncak gunung dominan tertutup kabut,” ujar Sigit Rian Alfian dalam keterangan tertulis yang diterima java66news.com, Kamis (28/5/2026).

Menyikapi fluktuasi aktivitas ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengeluarkan peringatan keras serta rekomendasi keamanan bagi warga setempat maupun para wisatawan yang berada di sekitar kawasan rawan bencana. Masyarakat diimbau untuk mutlak mematuhi zona larangan aktivitas demi menghindari potensi bahaya awan panas guguran (APG) dan banjir lahar dingin.

“PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi,” lanjut Sigit menyampaikan poin rekomendasi keselamatan.

Lebih lanjut, pihak otoritas geologi tersebut juga membatasi aktivitas di sekitar aliran sungai yang berhulu langsung dari kawah Semeru.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” tambah pihak PVMBG.

Selain area Besuk Kobokan, zona steril radius 5 kilometer juga diberlakukan dari kawah atau puncak aktif demi menghindari ancaman lontaran batu pijar. Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, terutama di jalur aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat wilayah puncak diguyur hujan lebat yang memicu potensi banjir lahar. (JN/Red)

10 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →