Misi Thudong 2026: Puluhan Biksu Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur Tiba di Pasuruan

Admin · 13 Mei 2026, 22:22 WIB · 16 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Misi Thudong 2026: Puluhan Biksu Jalan Kaki dari Bali ke Borobudur Tiba di Pasuruan

PASURUAN, (java66news.com) – Semangat toleransi dan kedamaian kembali terpancar di jalanan Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 56 biksu yang melakukan perjalanan ritual jalan kaki atau Thudong dari Bali menuju Candi Borobudur kini telah memasuki wilayah Gempol, Pasuruan, Rabu (13/5/26).

Aksi jalan kaki lintas provinsi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak. Para biksu tampak berjalan beriringan dengan jubah khas berwarna oranye, membawa pesan kerukunan sembari menyapa warga yang mereka temui di sepanjang jalan.

Pengawalan Ketat untuk Kenyamanan Perjalanan

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas, pihak kepolisian polres Pasuruan bersama sejumlah relawan turut melakukan pengawalan ketat. Kehadiran petugas di lapangan sangat membantu mobilitas para biksu, mengingat jalur Gempol merupakan salah satu akses utama dengan volume kendaraan yang cukup padat.

Antusiasme Warga Pasuruan

Kedatangan rombongan biksu ini menarik perhatian masyarakat sekitar. Banyak warga yang berdiri di pinggir jalan untuk sekadar melihat atau memberikan dukungan moral kepada para biksu yang sedang menjalankan ritual fisik dan spiritual yang berat ini.

“Semangat Pak! Semangat!” teriak salah seorang warga yang menyemangati rombongan saat melintas.

Interaksi hangat pun terjadi saat beberapa biksu membalas sapaan warga dengan senyuman dan lambaian tangan. Suasana ini menunjukkan kuatnya nilai moderasi beragama di tengah masyarakat Pasuruan.

Target Menuju Candi Borobudur

Setelah melintasi wilayah Pasuruan, rombongan dijadwalkan akan terus melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah. Tujuan akhir dari ritual Thudong ini adalah Candi Borobudur di Magelang, yang menjadi pusat perayaan Waisak nasional.

Perjalanan jauh yang ditempuh dengan berjalan kaki ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah bentuk pendalaman spiritual, melatih kesabaran, serta keteguhan iman bagi para biksu yang terlibat. Diharapkan misi ini berjalan lancar hingga tiba di tujuan dengan selamat.(Red)

16 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →