Ditelantarkan Paman di Surabaya, Bocah Asal Mimika Diselamatkan Relawan Mimika Respon Cepat

Admin · 19 Agu 2026, 18:04 WIB · 50 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Ditelantarkan Paman di Surabaya, Bocah Asal Mimika Diselamatkan Relawan Mimika Respon Cepat

SURABAYA, java66news.com – Nasib naas menimpa seorang bocah asal Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Anak tersebut menjadi korban penelantaran setelah diajak terbang ke Pulau Jawa oleh pamannya. Beruntung, setelah empat hari terlantar di Surabaya dan Sidoarjo, ia berhasil diselamatkan usai ditemukan oleh warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ditangani langsung oleh tim Relawan Mimika Respon Cepat.

Empat Hari Terlantar hingga Menggantung di Truk

Kronologi bermula saat paman korban meminjam uang kepada orang tua anak tersebut untuk membeli tiket pesawat menuju Jawa. Tanpa rasa curiga, orang tua korban mengizinkan anaknya ikut. Namun, setibanya di Bandara Internasional Juanda, sang paman justru meninggalkan bocah tersebut dan pergi menggunakan mobil merah bersama seorang wanita.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Anak tersebut sempat terombang-ambing selama dua hari di kawasan bandara. Bingung dan sebatang kara, tas sekolahnya yang berisi uang Rp400.000 pemberian sang ayah pun hilang. Hanya dengan baju yang melekat di badan, ia berjalan kaki mengikuti arus kendaraan menuju luar bandara. Saat berada di portal keluar, anak ini nekat menggelantung pada sebuah truk yang sedang berhenti.

Sopir truk yang merasa ada penumpang gelap baru menyadari keberadaannya saat tiba di kawasan Rungkut, Surabaya. Anak tersebut kemudian diturunkan dan terpaksa bertahan hidup selama dua hari di luar area bandara. Untuk berlindung dari cuaca, ia tidur di sebuah rumah kosong tak beratap yang dipenuhi semak belakangan.

Ditemukan Warga NTT dan Secercah Harapan

Bertahan hidup dengan cara meminta-minta di lampu merah, keberadaan bocah ini menarik perhatian seorang warga asal NTT. Merasa prihatin dan janggal melihat anak asal Papua mengemis di jalanan, warga tersebut menghampiri dan mendengarkan kisah pilunya.

Meski sempat ada tetangga yang menawar uang hingga Rp2 juta untuk mengadopsi anak tersebut, warga NTT ini menolaknya. Secercah harapan muncul ketika anak tersebut merogoh saku celananya dan menemukan secarik kertas berisi nomor telepon wali kelasnya di Mimika. Warga NTT itu pun langsung menghubungi nomor tersebut.

Kabar ini membuat pihak sekolah dan orang tua korban terkejut. Pihak keluarga sempat meminta bantuan ke beberapa lembaga perwakilan dan dinas terkait di daerah, namun tidak mendapat respons cepat. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Mimika. Karena tidak adanya anggaran pengembalian korban, pihak kepolisian akhirnya meneruskan penanganan kasus ini ke tim relawan.

Relawan ‘Nge-BON’ Tiket, Dipulangkan Selasa 18 Agustus

Mendapat laporan tersebut, Agung Arie Perdhana, Komandan Relawan Mimika Respon Cepat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua (WAKA) 2 Baznas Mimika Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Kebencanaan, langsung mengambil langkah taktis.

Demi kemanusiaan dan kepastian keselamatan sang anak, tim Relawan Mimika Respon Cepat bahkan nekat ‘nge-BON’ (mengutang) tiket pesawat terlebih dahulu agar korban bisa segera dipulangkan. Proses pemulangan pun akhirnya terealisasi pada Selasa (18/8/2026), di mana bocah tersebut dapat terbang kembali (safe flight) menuju Timika, Papua.

Atas kejadian ini, Agung mengajak seluruh masyarakat untuk menaruh kepedulian sosial dan menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi.

“Kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk menyalurkan dan menitipkan sedekahnya melalui Baznas Mimika. Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan akan sangat berarti untuk membantu penanganan kasus-kasus kemanusiaan dan bencana seperti ini,” ujar Agung.

Kini, bocah tersebut telah dalam perjalanan pulang menuju tanah kelahirannya untuk berkumpul kembali bersama keluarga tercinta di Mimika.(Agn/Ebs)

50 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *