KKG PAI Kabupaten Pasuruan Gelar Tiga Agenda Besar Sekaligus di Hotel Dalwa: Dari Launching Modul Ajar Hingga Peringatan Maulid Nabi

Admin · 13 Agu 2026, 12:18 WIB · 99 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
KKG PAI Kabupaten Pasuruan Gelar Tiga Agenda Besar Sekaligus di Hotel Dalwa: Dari Launching Modul Ajar Hingga Peringatan Maulid Nabi

PASURUAN, java66news.com — Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan monumental yang menggabungkan tiga agenda strategis di Hotel Dalwa, Raci, Bangil, pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini mencakup peluncuran (launching) Modul Ajar Guru PAI, Meet Up Calon Mahasiswa S2 dan Pascasarjana Guru PAI, serta Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pimpinan daerah, pengawas, akademisi, serta ratusan Guru PAI se-Kabupaten Pasuruan. Di antaranya Direktur UII Dalwa Al Habib Assoc. Prof. Dr. Zainal Abidin, M.Pd., CIQaR, CIRK, CIE; penceramah Dr. Hj. Ucik Nurul Hidayati; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astuti, S.Sos., M.M.; Kasi PAIS H. Saiful Ali, S.Ag., M.Pd.; Ketua KKG PAI Kabupaten Pasuruan Ilmiatul Hasanah, S.Ag., M.Pd.I.; serta Tim IT KKG PAI Kabupaten Pasuruan.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Ketua KKG PAI Kabupaten Pasuruan, Ilmiatul Hasanah, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas soliditas seluruh pengurus serta dukungan pihak terkait hingga Modul Ajar Guru PAI dan program pengembangan kualifikasi pendidikan S2 dapat terealisasi dengan baik.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., dalam pengarahannya menekankan pentingnya rekonstruksi peran guru PAI di era modern. Ia mengingatkan agar para pendidik tidak hanya fokus pada pemenuhan aspek fisik atau administratif, tetapi juga spiritualitas pendidik dan murid.

“Kita sering kali sibuk merawat jasad, tetapi lupa merawat ruh kita. Guru PAI harus mampu menjadi teladan dan pemimpin dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang melintasi seluruh mata pelajaran,” ujar Achmad Shampton.

Lebih lanjut, ia menyoroti pendekatan humanis dalam mendidik. Menurutnya, guru agama harus mampu melihat peserta didik dengan penuh rasa kasih sayang, bukan sekadar menempatkan mereka sebagai objek pembelajaran semata.

“Berapa banyak siswa kita saat ini yang dengan bangga mengatakan bahwa idola mereka adalah guru agama? Kita harus merefleksikan hal ini. Cara mengajar itu sering kali jauh lebih penting daripada sekadar materi (at-thariqah ahammu min al-maddah). Seorang guru harus mampu memahami kebutuhan mendasar anak-anak kita,” tegasnya.

Ia juga menambahkan pesan mendalam terkait kedisiplinan spiritual guru. “Shalat adalah mursyid (pembimbing) bagi orang yang tidak memiliki guru secara fisik. Jika hubungan spiritual guru terjaga, maka proses mendidik akan membekal pada jiwa murid,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan peluncuran resmi Modul Ajar berbasis Kurikulum Merdeka yang disusun oleh Tim IT KKG PAI, sosialisasi program magister (S2) bagi guru PAI kerja sama dengan UII Dalwa, serta diakhiri dengan tausiyah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Dr. Hj. Ucik Nurul Hidayati. (Ebs/Puj)

99 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →