Perkuat Etika Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas 2045, IKAPETE Gelar Halaqah Kebangsaan di MPR RI

Admin · 9 Agu 2026, 07:56 WIB · 36 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Perkuat Etika Kepemimpinan Menuju Indonesia Emas 2045, IKAPETE Gelar Halaqah Kebangsaan di MPR RI

JAKARTA, java66news.com – Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menggelar Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen MPR RI, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Nilai-nilai Kitab Al-Qanun Al-Asasi dalam Memperkuat Etika Organisasi Kepemimpinan dan Implementasi Empat Pilar Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Forum bernuansa kebangsaan tersebut dipersiapkan secara intensif oleh jajaran Pengurus Pusat IKAPETE dalam kurun waktu sekitar dua minggu. Kendati panitia awalnya hanya menyebarkan 500 undangan, antusiasme peserta melonjak drastis hingga mencapai 1.200 orang. Para peserta terdiri atas pengurus Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW) IKAPETE, jajaran PCNU dan PWNU dari berbagai penjuru Indonesia, serta perwakilan instansi pemerintah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Ketua Panitia Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi, KH. Chamim Kahari, menjelaskan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi rutin, tetapi juga momentum penting untuk merawat memori kolektif nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh para pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

“Diselenggarakannya kegiatan Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi ini juga untuk mengingatkan kembali bagaimana kompas Nahdlatul Ulama dibangun oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari melalui Qanun Asasi tersebut,” ujar KH. Chamim Kahari di lokasi acara.

Ia menambahkan, nilai-nilai substansial dalam Qanun Asasi diharapkan dapat teraktualisasi nyata dalam tata kelola organisasi, kepemimpinan modern, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Presidium Nasional IKAPETE, Prof. Masykuri, menegaskan keberadaan wadah alumni ini sebagai bagian integral yang tidak terpisahkan dari Pesantren Tebuireng. Menurutnya, kontribusi alumni Tebuireng yang kini tersebar di berbagai belahan dunia menjadi modal sosial berharga untuk mengawal persatuan nasional.

“IKAPETE merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun bangsa dan negara. Alumni Pesantren Tebuireng telah tersebar bukan saja di Indonesia, melainkan juga di seluruh dunia,” tegas Prof. Masykuri.

Rangkaian acara diawali dengan peluncuran tiga buku masterpsiece yang membedah karya agung Qanun Asasi. Tiga buku tersebut meliputi Transformasi Nilai-Nilai Qanun Asasi NU karya Nyai Hj. Lelly Lailiyah Hakim, serta dua karya KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), yakni Syarah Kitab Al-Qanun Al-Asasi dan Terjemah Al-Qanun Al-Asasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi serta diskusi interaktif seputar penguatan etika kepemimpinan nasional. (Ham/Red)

36 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →