Arus Peti Kemas TPS Surabaya Melonjak 11,79 Persen pada Juli 2026, Didorong Kontribusi Internasional

Admin · 8 Agu 2026, 11:38 WIB · 37 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Arus Peti Kemas TPS Surabaya Melonjak 11,79 Persen pada Juli 2026, Didorong Kontribusi Internasional

SURABAYA, java66news.com – Kepada java66news.com, Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Erika A. Palupi, menyampaikan bahwa kinerja arus peti kemas di TPS pada periode Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data terbaru, volume arus peti kemas tumbuh sebesar 11,79 persen secara bulanan (month-on-month) dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut terlihat dari volume peti kemas yang melonjak dari 116 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Juni 2026 menjadi 130 ribu TEUs pada Juli 2026. Kinerja positif ini didorong penuh oleh kontribusi arus peti kemas internasional.

Erika menjelaskan bahwa pertumbuhan arus peti kemas pada Juli 2026 menunjukkan aktivitas perdagangan melalui TPS terus bergerak positif.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Kenaikan ini terutama ditopang oleh peti kemas internasional, baik ekspor maupun impor, yang mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan dan kapasitas operasional TPS,” ujar Erika dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).

Erika menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjaga kinerja operasional yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung kelancaran rantai logistik nasional.

Kinerja Ekspor-Impor dan Modernisasi Alat

Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor pada bulan Juli 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 20,54 persen (month-on-month), yaitu naik dari 57 ribu TEUs menjadi 68 ribu TEUs. Sementara dari sisi impor, tercatat kenaikan sebesar 3,39 persen dari 59 ribu TEUs menjadi 61 ribu TEUs.

 

Secara kumulatif (Januari–Juli 2026), perbandingan arus peti kemas ekspor dan impor mencatatkan porsi 49 persen (400 ribu TEUs) untuk ekspor dan 51 persen (407 ribu TEUs) untuk impor.

Meski demikian, secara tahunan (year-on-year / YoY), total arus peti kemas periode Januari–Juli 2026 terkoreksi sebesar 8,59 persen dari 908 ribu TEUs (tahun lalu) menjadi 830 ribu TEUs.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa koreksi year-on-year tersebut merupakan konsekuensi dari proses transisi dan integrasi peralatan baru, yakni pengadaan 4 unit Electric Quay Container Crane (E-QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG). Proses instalasi, pengujian, dan adaptasi operasional memerlukan waktu agar produktivitas secara bertahap mencapai titik optimal.

Meski ada proses transisi, dari sisi produktivitas TPS tetap mencatatkan rata-rata kinerja bongkar muat sebesar 51 box/ship/hour selama dua bulan pertama tahun 2026. Angka ini melebihi standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box/ship/hour. Selain itu, TPS mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional dengan penguasaan pangsa pasar (market share) sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.

Apresiasi Pelaku Usaha

Kinerja positif TPS ini mendapat tanggapan hangat dari para pelaku usaha ekspor-impor. Wakil Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Boy G. Rahman, menilai peningkatan arus ekspor sebesar 20,54 persen pada Juli 2026 sebagai sinyal positif bagi sektor ekspor nasional, khususnya Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan pasar internasional terhadap produk ekspor Indonesia masih cukup terjaga, di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung,” kata Boy.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas langkah modernisasi peralatan yang dilakukan TPS. Menurutnya, kepastian layanan dan kelancaran logistik sangat penting untuk meningkatkan daya saing pelabuhan.

“Ke depan, sinergi antara operator pelabuhan, pelaku usaha, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar momentum pertumbuhan ekspor dapat terus berlanjut serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional,” pungkasnya. (Edy/Red)

37 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →