Sinergi TNI dan Petani Sulap Potensi Kopi Lereng Semeru Jadi Produk Premium Berdaya Saing Tinggi

Admin · 1 Agu 2026, 19:31 WIB · 116 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Sinergi TNI dan Petani Sulap Potensi Kopi Lereng Semeru Jadi Produk Premium Berdaya Saing Tinggi

MALANG, java66news.com – Di balik rimbunnya lereng Gunung Semeru, sebuah asa baru bagi kesejahteraan petani lokal tengah disemai. Kehadiran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di tengah masyarakat kini tidak lagi sekadar tentang menjaga teritorial dan keamanan, melainkan telah menjelma menjadi motor penggerak ekonomi warga yang nyata dan profesional.

Melalui program pendampingan perkebunan yang terstruktur, Babinsa Koramil 0818/23 Jabung sukses menggerakkan para petani lokal di Kabupaten Malang untuk membudidayakan kopi berkualitas premium dengan merek dagang Kopi Babinsa. Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa sinergi kemanunggalan TNI dan rakyat mampu melahirkan inovasi ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Langkah inovatif ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya nilai jual kopi mentah milik warga setempat akibat keterbatasan akses pasar dan pengolahan tradisional. Bergerak dengan komitmen penuh, Babinsa berinisiatif mendampingi petani secara komprehensif, mulai dari manajemen perawatan pohon, standarisasi pascapanen, hingga strategi pengemasan produk siap konsumsi.

Utamakan Konsistensi Mutu dan Standardisasi Petik Merah

Salah satu kunci keunggulan produk Kopi Babinsa terletak pada komitmen profesionalisme dalam menjaga rantai produksi. Kopi diproses melalui metode seleksi ketat petik merah dan sistem pencucian rambang, yaitu sortasi buah kopi yang mengapung dan tenggelam. Langkah ini dilakukan demi mengunci cita rasa dan aroma khas yang menjadi identitas kopi premium asal Jabung.

Babinsa Koramil Jabung, Serka Heri Purnomo, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang demi memberikan pembeda di pasar sekaligus menaikkan kelas produk kopi lokal di kancah nasional.

Awalnya kami memang memproduksi kopi dari hasil kebun saja secara apa adanya. Seiring berjalannya waktu, kami melihat potensi besar yang belum tergarap optimal. Kami pun melakukan inovasi dengan membuat produk olahan bermerek Kopi Babinsa. Kelebihan produk kami terletak pada disiplin metode petik merah dan cuci rambang. Kualitas rasa dan higienitasnya benar-benar terjaga, ujar Serka Heri Purnomo kepada java66news.com pada Sabtu (1/8/2026).

Konsistensi mutu yang dihadirkan secara profesional ini membuahkan hasil manis. Permintaan pasar melonjak tajam melampaui kapasitas produksi harian. Bahkan, pasokan untuk kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Bandung dan Jakarta, kerap mengalami indent. Para pencinta kopi bahkan rela memesan sejak satu tahun sebelumnya demi menikmati secangkir keaslian Kopi Babinsa.

Untuk stok di Pulau Jawa saja saat ini sebenarnya masih kurang. Karena permintaan bahan baku yang sangat tinggi inilah, kami terus mengajak dan merangkul masyarakat untuk kembali aktif memperluas lahan tanam kopi dengan standar yang baik, tambah Serka Heri saat ditemui di lokasi pengolahan pada Sabtu sore.

Sentuhan Humanis: Senyum Petani yang Kembali Merekah

Program ini tidak hanya membawa perubahan pada angka pendapatan, tetapi juga mengembalikan semangat hidup para petani yang sempat meredup. Kehadiran TNI di perkebunan memberikan sentuhan humanis yang mengedukasi masyarakat mengenai tata cara bertani modern dan berkelanjutan tanpa menghilangkan kearifan lokal.

Awalnya kopi di sini sempat dicabuti oleh warga karena kurang dikenal dan harganya anjlok di tengkulak. Kami sempat putus asa. Namun, sejak ada pendampingan dari Pak Heri dan jajaran Babinsa, warga sekarang berbondong-bondong menanam kembali dengan penuh semangat. Kami sangat berterima kasih karena dibimbing dengan sabar, dari yang dulunya tidak tahu apa-apa menjadi paham cara budi daya kopi yang benar, ungkap Sugeng dan Fadli, petani kopi setempat, sembari menyunggingkan senyum bangga.

Melalui diversifikasi merek yang disesuaikan dengan identitas geografis seperti Kopi Babinsa, Kopi Maci, hingga Kopi Benjor Tumpang, sinergi antara Kodim 0818/Kab. Malang-Batu dengan masyarakat ini diharapkan menjadi pemantik kesejahteraan yang berkelanjutan. Kopi Babinsa kini bukan sekadar komoditas, melainkan simbol perjuangan bersama, harumnya dedikasi, dan bukti nyata bahwa TNI selalu hadir membawa solusi di hati rakyat.(Edy/Red)

116 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →