Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, 30 Madrasah Aliyah KKM MAN 1 Pasuruan Ikuti Bimtek Deep Learning

Admin · 28 Jul 2026, 12:14 WIB · 79 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, 30 Madrasah Aliyah KKM MAN 1 Pasuruan Ikuti Bimtek Deep Learning

PASURUAN, java66news.com – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 1 Pasuruan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam rangka Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan yang bertujuan melejitkan mutu pendidikan madrasah ini berlangsung khidmat di Bess Resort Hotel, Lawang – Malang, pada Selasa (28/07/2026).

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton Masduki, S.HI, M.Ag, serta Kepala MAN 1 Pasuruan sekaligus Ketua KKM, H. Nasrudin, S.Pd, M.Si. Turut hadir Pengawas Madrasah Arif Furqon, S.Ag, M.Si, narasumber ahli Kepala MAN IC Pasuruan Ahmad Zamroni, SS, M.Pd, serta jajaran Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, dan perwakilan dewan guru dari 30 lembaga Madrasah Aliyah (MA) yang tergabung dalam KKM MAN 1 Pasuruan.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

 

Dalam laporannya, Ketua KKM MAN 1 Pasuruan, H. Nasrudin, S.Pd, M.Si, menyampaikan bahwa Bimtek ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program penguatan manajemen madrasah yang sebelumnya diawali dengan rapat koordinasi operator se-KKM.

“Bimtek ini diikuti oleh seluruh Madrasah Aliyah di bawah naungan KKM MAN 1 Pasuruan yang totalnya mencapai 30 lembaga. Output dari kegiatan ini sangat jelas: setelah pulang, para peserta memiliki tugas besar untuk menularkan dan mengamalkan ilmu yang didapat kepada seluruh pendidik di lembaga masing-masing,” ujar H. Nasrudin.

Ia optimistis, lewat komitmen bersama ini, KKM MAN 1 Pasuruan bakal melesat menjadi motor penggerak terbaik dalam peningkatan mutu pembelajaran di antara kelompok kerja madrasah lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton Masduki, S.HI, M.Ag, dalam sambutan dan arahan teknisnya memberikan pembedahan mendalam terkait filosofi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan kaitannya dengan integrasi Deep Learning.

 

“Ilmu itu hanya bisa diambil dan diserap dengan Mahabbah atau rasa cinta. Konsep Kurikulum Berbasis Cinta ini sebenarnya sudah lama dijalankan di lingkungan pondok pesantren, sehingga para alumni pondok seharusnya sudah sangat paham esensinya. Kunci utama dari kesungguhan mengajar itu adalah kesabaran,” tutur pria yang akrab disapa Gus Shampton ini.

Beliau juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat (menata ati) bagi para guru dalam menjalankan tugas mulianya. Gus Shampton menegaskan, implementasi KBC tidak akan pernah menyentuh substansi terdalam jika orientasi mengajar guru terjebak pada pemburuan rupiah semata. Niat yang keliru dinilai akan menghilangkan ruh atau keberkahan dari proses transfer ilmu.

“Zona Integritas (ZI) itu sejatinya adalah bekerja yang sesungguhnya, bukan sekadar pemenuhan dokumen. Maka dari itu, tantangan Deep Learning ini dimunculkan agar guru-guru kita terus bergerak maju. Guru yang tidak mau mutholaah (belajar dan membaca kembali) pasti akan mati kutu di depan kelas,” pungkasnya tegas.

Melalui bimbingan teknis ini, para peserta dibekali strategi konkret untuk menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada ketuntasan kognitif siswa, melainkan juga menyentuh aspek emosional dan spiritual siswa melalui pendekatan kasih sayang (KBC). Langkah proaktif KKM MAN 1 Pasuruan ini diharapkan mampu membawa lompatan besar bagi kualitas lulusan madrasah di Kabupaten Pasuruan. (J66/Red)

79 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →