Abuyya M. Hasan Syaibah: Sifat Israf dalam Makan dan Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama Datangnya Penyakit

Admin · 13 Jul 2026, 10:47 WIB · 47 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Abuyya M. Hasan Syaibah: Sifat Israf dalam Makan dan Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama Datangnya Penyakit

PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan menjauhi sifat berlebih-lebihan (israf). Menurutnya, kebiasaan buruk dalam menjaga pola makan dan gaya hidup menjadi faktor dominan seseorang mudah terserang penyakit.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Abuyya M. Hasan Syaibah di kediamannya di lingkungan Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah, Bangil, Pasuruan pada Senin (13/7/2026). Beliau menyoroti maraknya fenomena masyarakat modern yang sering mengabaikan kesehatan fisik maupun ketenteraman jiwa akibat menuruti hawa nafsu.

“Mudah sakit itu pasti banyak faktornya. Di antaranya adalah cara makan yang berlebih-lebihan atau israf. Mengisi perut hingga sesak tanpa menyisakan ruang untuk udara dan air,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Selain porsi makan, beliau juga mengingatkan pentingnya aspek spiritualitas dalam konsumsi sehari-hari. Banyak orang yang lalai berdoa sebelum dan sesudah makan, serta kurang memperhatikan kehalalan rezeki yang diperoleh. Faktor-faktor inilah yang dinilai dapat mencabut keberkahan hidup.

Hubungan Pola Pikir dan Persaingan Hidup yang Tidak Sehat

Tidak hanya menyoroti masalah fisik, tokoh agama asal Pasuruan ini juga membedah problem mental masyarakat saat ini. Menurutnya, pola tidur yang tidak teratur serta pola pikir yang tidak terukur menjadi pemicu lainnya. Banyak orang memaksakan diri demi mengejar standar hidup sempurna yang belum sesuai dengan kemampuan finansialnya.

“Secara finansial belum waktunya ingin hidup sempurna, tetapi secara materi tidak menunjang. Itulah yang membuat orang mudah sakit dan rentan stres. Padahal, Al-Qur’an sudah mengatur melalui ayat Kulu wasyrabu wala tusrifu—makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan,” tegasnya.

Beliau menambahkan bahwa pada sejatinya tidak ada pantangan mutlak dalam soal makanan dan minuman, selama zat yang dikonsumsi berstatus halal. Simbol datangnya penyakit murni lahir dari sifat israf dan keserakahan tanpa memikirkan efek jangka panjang bagi tubuh.

Ajakan untuk Menjaga Jiwa dan Raga

Di akhir penyampaiannya, Abuyya M. Hasan Syaibah mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menyayangi jiwa dan raga mereka sendiri dengan cara menyetop perilaku israf di segala aspek.

“Hindari persaingan hidup tidak sehat dengan tidak menghiraukan kanan-kiri. Terkadang apa yang kita anggap bahagia, hidupnya justru dalam masalah. Sebenarnya yang bermasalah adalah diri sendiri yang tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri karena tidak bisa menahan sifat israf,” pungkasnya.

Melalui petuah ini, ia berharap masyarakat dapat kembali ke pola hidup yang seimbang, bersyukur, dan selalu mengedepankan kesederhanaan demi mencapai kehidupan yang sehat secara jasmani serta tenteram secara rohani.(SNA/Red)

47 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →