PASURUAN – (java66news.com) Menentukan pasangan hidup yang tepat untuk putra-putri tercinta kerap kali menjadi kegelisahan tersendiri bagi para orang tua. Salah memilih menantu tidak jarang mendatangkan penyesalan di kemudian hari.
Menyikapi hal tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, membagikan tips berharga dalam memilih menantu yang ideal, shalih, dan shalihah.
Kepada java66news.com pada Kamis (2/7/2026), Abuyya M. Hasan Syaibah menekankan dua poin utama yang wajib menjadi perhatian para orang tua sebelum menerima calon menantu.
1. Menilai Calon Menantu Perempuan Melalui Ketaatan Ibunya
Bagi orang tua yang sedang mencari menantu perempuan, Abuyya menyarankan untuk melihat bagaimana perilaku dan ketaatan ibu kandung dari perempuan tersebut kepada suaminya.
“Lihatlah ibunya, bagaimana ketaatan, kesetiaan, dan cara memperlakukan suaminya. Sebab, dari tata cara ibunya melayani (suami), anak perempuan cenderung akan meniru gaya ibunya,” ujar Abuyya.
Ia menambahkan, jika sang ibu menunjukkan teladan yang baik, maka jangan ragu untuk segera memprosesnya ke jenjang pernikahan. Namun jika sebaliknya, orang tua harus berpikir ulang secara matang.
2. Menilai Calon Menantu Laki-Laki dari Bakti Kepada Ibunya
Sementara itu, untuk orang tua yang mendambakan menantu laki-laki, kuncinya terletak pada cara pemuda tersebut memperlakukan ibu kandungnya sendiri.
“Lihatlah anaknya, bagaimana cara ia memperlakukan ibunya. Apakah taat atau sebaliknya?” jelasnya. Menurut Abuyya, tingkat bakti dan kasih sayang seorang pemuda kepada ibunya menjadi cerminan nyata bagaimana ia akan memperlakukan istrinya kelak.
Selain faktor bakti, Abuyya juga menambahkan kriteria penting lainnya, yaitu sifat kedermawanan. Orang tua harus jeli menilai apakah calon menantu laki-laki tersebut tipikal yang murah hati (loman) atau justru pelit (bakhil/medit). Jika pemuda tersebut taat dan tidak perhitungan, maka ia dinilai sangat layak dipilih.
Keseimbangan Ilmu, Usia, dan Doa
Meski dua tips di atas menjadi prioritas utama, Abuyya M. Hasan Syaibah mengingatkan bahwa realitas pernikahan tentu tidak sesederhana itu. Ada faktor-faktor pendukung lain yang tetap harus dipertimbangkan secara seimbang, seperti keselarasan ilmu, kematangan usia, dan aspek lainnya.
Di akhir penyampaiannya, ia berpesan agar para orang tua tidak pernah putus asa dalam berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT.
“Melalui usaha dan doa yang tak terlupakan itulah, Allah akan menggiring dan mempertemukan kita dengan menantu-menantu ideal yang menjadi qurrota a’yun (penyejuk hati). Menantu yang tidak menyebalkan, melainkan menjadi idaman yang mampu mengangkat kehormatan keluarga serta membahagiakan,” pungkas Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah tersebut kepada java66news.com. (SNA/Red)
