Belajar dari Rentetan Gempa, BPBD Lumajang Ajak Masyarakat Bangun Budaya Siaga Bencana

Admin · 9 Jun 2026, 21:50 WIB · 10 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Belajar dari Rentetan Gempa, BPBD Lumajang Ajak Masyarakat Bangun Budaya Siaga Bencana

LUMAJANG, (java66news.com) – Rentetan peristiwa gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia akhir-akhir ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Menanggapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bergerak cepat mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat guna meminimalisir risiko dampak bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, menegaskan bahwa kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman alam. Menurutnya, karakteristik bencana yang dinamis menuntut masyarakat untuk selalu dalam kondisi siap siaga.

“Bencana alam merupakan peristiwa yang dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi secara pasti,” ujar Yudhi Cahyono kepada java66news.com, Selasa (9/6/2026).

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Mengubah Kepanikan Menjadi Kesiapan

Yudhi menjelaskan, ketidakpastian kapan terjadinya bencana seharusnya tidak disikapi dengan rasa panik yang berlebihan, melainkan dengan langkah-langkah konkret yang cerdas. BPBD Lumajang terus berupaya mengedukasi warga, mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas, agar memahami jalur evakuasi dan tindakan pertama yang harus dilakukan saat gempa terjadi.

Kabupaten Lumajang sendiri merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki indeks kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru hingga potensi gempa bumi tektonik. Oleh karena itu, penguatan kapasitas masyarakat melalui program literasi bencana menjadi prioritas yang terus digalakkan.

Langkah Cerdas Hadapi Gempa Bumi

Sebagai bagian dari edukasi publik yang mencerdaskan, BPBD Lumajang membagikan rumus utama keselamatan saat menghadapi gempa, yang dikenal dengan prinsip “Drop, Cover, and Hold On”:

Drop (Merunduk): Segera jatuhkan badan ke lantai sebelum guncangan membuat Anda terjatuh.

Cover (Lindungi): Lindungi kepala dan leher menggunakan lengan atau berlindung di bawah meja yang kokoh.

Hold On (Bertahan): Pegang kaki meja dengan kuat hingga guncangan benar-benar berhenti.

Membangun Ketangguhan dari Rumah

Kesiapsiagaan yang menginspirasi harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Masyarakat diimbau untuk mulai menata perabotan rumah tangga agar tidak mudah roboh menimpa penghuni, serta menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan siap saji, dan lampu senter.

Melalui momentum ini, BPBD Kabupaten Lumajang berharap kesiapsiagaan bukan lagi sekadar program atau slogan, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya sehari-hari masyarakat Lumajang. Karena pada akhirnya, keselamatan terbesar dimulai dari diri kita sendiri. (J66/Red)

10 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →