KEJAYAN – java66news.com Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kecamatan Kejayan menggelar Pengajian Metode Al-Miftah Pertemuan Ke-10 (Jilid 3) pada Kamis (23/10/2026). Kegiatan berorientasi pada peningkatan kapasitas keilmuan ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Aula KUA Pusaka Kecamatan Kejayan.
Pengajian yang memanfaatkan media visual proyektor secara interaktif tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Pusaka Kecamatan Kejayan, H. M. Ja’far Habibullah, Lc. Peserta yang hadir terdiri dari jajaran pegawai, penghulu, serta penyuluh agama dari wilayah kerja Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Kepala KUA Pusaka Kecamatan Kejayan, H. M. Ja’far Habibullah, Lc., menuturkan bahwa pelaksanaan pengajian yang rutin ini merupakan wujud konsistensi dalam meningkatkan kompetensi aparatur Kemenag.
“Pengajian Al-Miftah yang hari ini masuk pertemuan ke-10 dan sudah sampai Jilid 3 ini, alhamdulillah berjalan dengan istikamah dan lancar. Di momentum peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026, kita sebagai Aparatur Sipil Negara di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan yang mendapat amanah sebagai penghulu, berkewajiban meningkatkan kapasitas serta pengetahuan dengan mengikuti pengajian Al-Miftah ini,” tutur H. M. Ja’far Habibullah, Lc. kepada java66news.com di lokasi kegiatan.
Pria yang juga menjabat sebagai Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Jawa Timur Bidang Hubungan Masyarakat dan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut menambahkan, keberlanjutan program ini menjadi sarana penguat literasi keagamaan klasik bagi para pelayan masyarakat.
“Hingga pertemuan ke-10 yang masuk Jilid 3 ini, materi yang dipelajari semakin mendalam. Melalui metode Al-Miftah, para peserta diajak memahami kaidah-kaidah tata bahasa Arab dan membaca kitab kuning secara cepat, tepat, dan sistematis. Harapannya, tradisi keilmuan pesantren ini terus terjaga dan mampu berimplikasi positif terhadap kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat luas,” terang sosok yang dikenal aktif dalam pembinaan aparatur ini.

Tujuan utama dari penyelenggaraan pengajian berkala ini adalah memperkuat pemahaman literatur klasik (kitab kuning) di kalangan penghulu dan penyuluh agama, sehingga mampu menjawab tantangan serta dinamika keagamaan di tengah masyarakat secara teologis dan akademis.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan interaktif. Acara diakhiri dengan sesi diskusi mendalam, evaluasi pemahaman materi, serta doa bersama untuk keberkahan tugas pelayanan keagamaan di wilayah Pasuruan. (Ebs/Puj)
