KEJAYAN — java66news.com Dalam upaya memperkuat literasi keilmuan Islam dan meningkatkan kapasitas profesionalisme penghulu, Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Jawa Timur menggelar Pengajian Kitab Kuning Metode Al-Miftah ke-9. Kegiatan rutin ini dipusatkan di Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (15/10/2026).
Pengajian yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Pusaka Kecamatan Kejayan, H.M. Ja’far Habibullah, Lc., yang juga mengemban amanah sebagai Pengurus PW APRI Jawa Timur Bidang Hubungan Masyarakat dan Pengabdian kepada Masyarakat. Agenda ini diikuti oleh para penghulu dari KUA se-Kabupaten dan Kota Pasuruan (Pasuruan Raya).

Di sela-sela kegiatan pengajian, Kepala KUA Pusaka Kecamatan Kejayan, H.M. Ja’far Habibullah, Lc., menuturkan kepada wartawan java66news.com di ruang kerjanya bahwa pendalaman metode Al-Miftah menjadi sarana strategis dalam menjaga tradisi keilmuan berbasis pesantren sekaligus mempererat tali silaturahmi antarpenghulu.

“Melalui pengajian kitab kuning Al-Miftah ini, kami berharap para penghulu tidak hanya andal dalam pelayanan administratif dan pencatatan nikah, tetapi juga terus mengasah kedalaman ilmu syariat sebagai fondasi utama kepenghuluan,” ujar Ja’far.
Masih kata Ja’far, program pengkajian kitab kuning metode Al-Miftah ini menjadikan Pasuruan sebagai proyek percontohan (pilot project). Ke depan, PW APRI Jawa Timur berencana memperluas jangkauan program ini ke berbagai daerah pendukung lainnya di Jawa Timur.

“Program ini percontohannya di Pasuruan, selanjutnya akan menyasar wilayah Probolinggo, Lumajang, Sidoarjo, Malang, Batu, dan sekitarnya. Semoga seluruh tahapan dapat berjalan sesuai dengan rencana, tentunya agar kita para penghulu senantiasa memiliki kedalaman literasi keagamaan yang mumpuni serta konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Sinergi antara PW APRI Jawa Timur dan KUA Pusaka Kejayan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas dan martabat pelayanan kepenghuluan di wilayah Jawa Timur. (Ebs/Puj)
