Satu Ruang Pembelajaran: Kisah Kepala Sekolah Penggerak Petani Lintas Pulau

Admin · 2 Okt 2026, 22:44 WIB · 46 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Satu Ruang Pembelajaran: Kisah Kepala Sekolah Penggerak Petani Lintas Pulau

MALANG, java66news.com – Pengabdian masyarakat tidak semata terbatas pada ruang kelas atau tugas formal kepemimpinan. Hal inilah yang dibuktikan oleh Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd., Kepala SDN Ngadirejo I Tutur, Kabupaten Pasuruan, yang mendedikasikan dirinya untuk memajukan sektor pendidikan sekaligus menggerakkan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

Selain memimpin lembaga pendidikan formal, Risdiyan aktif menggerakkan Kelompok Tani Sumber Makmur 2 di Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kelompok tani binaan Bank Indonesia (BI) Malang tersebut tidak hanya menjadi wadah pengembangan usaha tani lokal, tetapi juga berkembang menjadi pusat kolaborasi dan ruang belajar lintas daerah.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Semangat pengabdian ini tampak nyata dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Malang pada Selasa hingga Jumat, 29 September sampai 2 Oktober 2026. Dalam rentang waktu tersebut, Kelompok Tani Sumber Makmur 2 menerima kunjungan kerja dari rombongan petani binaan BI Papua. Pertemuan lintas pulau yang digelar di Desa Sumberngepoh, Lawang, tersebut dirancang sebagai sarana pertukaran pengetahuan, berbagi pengalaman pengelolaan kelompok, serta pemetaan tantangan dan peluang pertanian antara wilayah Jawa Timur dan Papua.

Risdiyan menjelaskan bahwa integrasi peran antara dunia pendidikan dan pemberdayaan petani berlandaskan pada prinsip kepemimpinan yang sama, yakni membangun kedisiplinan, kolaborasi, serta budaya belajar yang berkelanjutan. Menurutnya, jejaring antarkelompok tani sangat penting agar sektor pertanian dapat tumbuh secara mandiri dan adaptif terhadap perkembangan pengetahuan.

 

Peran aktif Bank Indonesia Malang melalui program pendampingan dan fasilitasi jejaring antardaerah ini terbukti memperkuat kapasitas penggerak lokal. Melalui kegiatan kolaboratif tersebut, Risdiyan berharap model pembelajaran lintas pulau dapat menginspirasi masyarakat luas bahwa kemajuan pemberdayaan dapat dimulai dari aksi nyata di tingkat tapak.(Ebs/Puj)

46 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *