Sisi Humanis Bupati Lumajang Bunda Indah: Dari Sepatu di Laci Mobil hingga Konsistensi Ibadah

Admin · 26 Mei 2026, 12:37 WIB · 17 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Sisi Humanis Bupati Lumajang Bunda Indah: Dari Sepatu di Laci Mobil hingga Konsistensi Ibadah

LUMAJANG, (java66news.com) – Kepemimpinan Bupati Lumajang, Bunda Indah Amperawati, kerap menyita perhatian publik bukan hanya karena kebijakan administratifnya, namun juga karena kedekatan emosional dan sisi humanis yang ia tunjukkan kepada masyarakat.

Baru-baru ini, sebuah potret batin kepemimpinan Bunda Indah menjadi sorotan. Dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan sosial, Bunda Indah memiliki kebiasaan-kebiasaan unik yang mencerminkan ketulusannya sebagai pelayan masyarakat.

Salah satu yang menarik perhatian adalah kesediaannya menyediakan sepatu anak-anak di dalam mobil dinasnya. Sepatu tersebut bukan untuk keperluan protokoler, melainkan disiapkan khusus bagi anak-anak yang ia temui di jalan dengan kondisi alas kaki yang sudah rusak.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Saya tidak ingin semangat anak-anak pudar. Mereka harus pintar menghadapi masa depan,” ujar Bunda Indah seperti dikutip dari tulisan kolom yang mengulas sisi batiniahnya.

Aksi nyata ini seolah menjadi simbol perhatian Bunda Indah terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda di Lumajang. Tak heran, kehadirannya di tengah masyarakat sering kali dinilai tulus, jauh dari kesan sekadar pencitraan.

Konsistensi Ibadah di Tengah Kesibukan

Selain kepedulian sosialnya, sisi spiritualitas Bunda Indah juga menjadi teladan bagi lingkungan kerjanya. Salah satu kebiasaan yang paling konsisten adalah kedisiplinannya dalam menanggapi seruan azan. Apapun kesibukannya—baik rapat penting, kunjungan dinas, maupun perjalanan kerja—ia akan segera berhenti untuk menunaikan salat tepat waktu.

“Kalau sedang dalam perjalanan dan azan berbunyi, mobilnya belok ke masjid. Salat dulu, baru melanjutkan tugas,” tulis pengamat yang menyoroti keseharian sang Bupati.

Keteladanan ini dilengkapi dengan sikap empati Bunda Indah yang mendalam terhadap kaum duafa, khususnya anak yatim. Ia dikabarkan rela menyisihkan gaji pribadinya untuk memastikan anak-anak yatim di wilayahnya mendapatkan kehidupan dan asupan yang layak.

Tiga Kebiasaan yang Melekat

Di mata masyarakat, sosok Bunda Indah dikenal dengan tiga kebiasaan yang tak pernah ia lewatkan, yakni selalu hadir paling depan saat mendengar warga sakit, hadir di hajatan warga tanpa memilah-milih status, serta selalu menyempatkan diri melayat jika ada warga yang meninggal dunia.

Bagi banyak pihak, kebiasaan-kebiasaan yang terlihat sederhana ini justru menjadi pondasi kuat bagi pemimpin untuk memenangkan hati rakyatnya. Nilai-nilai sosial dan spiritual yang ia jalankan diyakini merupakan warisan nilai dari sang ayah yang merupakan seorang mubaligh, yang kini ia terapkan secara nyata dalam memimpin Kabupaten Lumajang.

Kisah tentang Bunda Indah ini menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan lainnya bahwa di balik jabatan formal, kekayaan batin dan konsistensi ibadah adalah kunci sejati dalam memimpin dan melayani masyarakat.(Red)

17 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →