Pentingnya Berbakti Kepada Orang Tua dan Guru Sebelum Terlambat: Kunci Kesuksesan Santri dan Generasi Muda

Admin · 21 Sep 2026, 18:58 WIB · 60 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Pentingnya Berbakti Kepada Orang Tua dan Guru Sebelum Terlambat: Kunci Kesuksesan Santri dan Generasi Muda

PASURUAN — java66news.com Penyesalan kerap kali datang di akhir ketika sosok-sosok berharga dalam hidup telah tiada. Pada Senin (21/9/2026), pesan refleksi mengenai pentingnya menghargai kebersamaan kembali menjadi perhatian di tengah masyarakat Pasuruan dan sekitarnya. Mengingat terbatasnya waktu yang dipisahkan oleh takdir dan kematian, sikap berbakti kepada orang tua (birrul walidain) serta ketaatan kepada guru (sam’an wa tha’atan) merupakan kunci utama kesuksesan seorang anak dan santri.

Pesan moral ini penting untuk direfleksikan kembali oleh masyarakat, khususnya para generasi muda dan santri di lingkungan pondok pesantren. Banyak orang mengalami penyesalan mendalam (gethun) akibat belum sempat memberikan yang terbaik atau bahkan sempat memiliki kerenggangan hubungan saat orang tua dan guru mereka masih hidup.

Waktu dan kesempatan hidup bersama orang tua maupun guru sangatlah terbatas. Dalam tradisi pesantren dan nilai keagamaan, memperlakukan orang tua layaknya raja dan ratu serta mematuhi arahan guru merupakan simbol keberkahan hidup. Ketaatan tersebut dipercaya menjadi penentu masa depan dan kesuksesan seseorang di kemudian hari.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Setiap anak dan santri dituntut untuk cerdas dalam memanfaatkan waktu selagi orang tua dan guru masih diberikan umur panjang oleh Allah SWT. Jangan menunggu hingga keharuan dan penyesalan datang saat mereka telah dipanggil oleh Sang Pencipta. Berbakti, bertaat, dan menunjukkan kasih sayang harus dimulai sejak saat ini, sebelum nasi menjadi bubur.

Beberapa langkah nyata yang dapat diterapkan antara lain:

Memaksimalkan Birrul Walidain: Memperlakukan dan melayani orang tua dengan penuh rasa hormat serta kasih sayang.

Memaksimalkan Sam’an Wa Tha’atan: Mendengarkan, mematuhi, dan mengamalkan nasihat baik dari para guru.

Menjaga Tali Silaturahmi: Menunjukkan kasih sayang kepada saudara dan sahabat selama kesempatan masih ada.

Menghindari Kerenggangan Hati: Segera menyambung kembali tali silaturahmi dan meminta maaf jika pernah terjadi kesalahpahaman.

Masa depan dan keberkahan hidup sangat bergantung pada sejauh mana ketaatan dan kebaktian yang dipersembahkan kepada orang tua serta guru.(SNA/Ebs)

60 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *