PASURUAN – java66news.com Keharmonisan dalam rumah tangga tidak terjadi secara kebetulan, melainkan memerlukan usaha yang didasari oleh ilmu dan strategi. Problematika dalam hubungan berpasangan sering kali menjadi tantangan nyata, terutama bagi pasangan yang belum mandiri dan masih tinggal bersama orang tua atau mertua.
Dalam dinamika keluarga, seorang anak tetap dituntut untuk taat dan menghormati orang tua maupun mertua tanpa bersilat lidah. Namun, rumitnya problematika kehidupan rumah tangga membuat teori-teori perkuliahan sering kali tidak cukup untuk menyelesaikan berbagai masalah yang tidak terduga.
Untuk menjaga keharmonisan dan keakraban dengan mertua, terdapat salah satu kiat dan strategi menarik yang dapat diterapkan oleh pasangan suami istri, yaitu strategi pemberian silang.
Dalam strategi ini, ketika hendak memberikan sesuatu atau kejutan kepada mertua dari pihak suami, usahakan agar pemberian tersebut diserahkan langsung oleh tangan menantu perempuan (istri). Sebaliknya, jika ingin memberikan sesuatu kepada mertua dari pihak istri, serahkanlah melalui tangan menantu laki-laki (suami), bukan oleh anak kandungnya sendiri.
Cara ini dinilai memberikan nuansa dan kesan yang berbeda. Mertua akan merasa lebih dihormati dan dihargai oleh menantunya. Sikap saling menghargai ini secara bertahap dapat menumbuhkan rasa kasih sayang yang lebih erat di antara mertua dan menantu, sehingga hubungan keluarga menjadi makin harmonis dan terhindar dari konflik. (SNA/Ebs)
