PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya refleksi dan perubahan kebiasaan diri saat seseorang memasuki usia 40 tahun, Jumat (11/9/2026).
Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, kebiasaan buruk yang tidak diubah hingga seseorang menginjak usia 40 tahun akan menjadi sangat sulit untuk diperbaiki di kemudian hari. Usia tersebut dinilai sebagai titik krusial atau persimpangan jalan kehidupan yang menentukan arah dan kualitas akhir (ending) dari kehidupan seseorang.
“Di usia 40 tahun, seseorang seolah berada di persimpangan jalan untuk menentukan arah. Oleh karena itu, Allah SWT menganugerahkan kematangan berpikir pada usia tersebut agar manusia dapat menentukan jalan hidupnya dengan baik,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah kepada java66news.com.
Beliau juga mengutip nasihat Imam Ghozali dalam kitab Ayyuhal Walad, yang menyebutkan bahwa jika di usia 40 tahun kebaikan seseorang belum mampu mengalahkan keburukannya—dalam arti sifat buruk masih lebih dominan—maka hal tersebut menjadi peringatan keras bagi perjalanan akhiratnya. Usia 40 tahun harus dipahami sebagai usia peringatan bagi setiap muslim.
Selain aspek spiritual pribadi, momen ini juga berkaitan erat dengan tanggung jawab keluarga. Pada usia tersebut, anak-anak mulai tumbuh dewasa dan membutuhkan teladan serta doa dari orang tua untuk membimbing masa depan mereka.
“Jika sudah berumur 40 tahun, harus ada upaya untuk mengubah sikap, perilaku, ibadah, dan akhlak secara menyeluruh. Caranya dengan kembali kepada Allah SWT, bertobat, memperbanyak istigfar, serta berfokus menata masa depan diri dan anak-anak, baik di dunia maupun akhirat,” pungkasnya. (SNA/Ebs)
