Sikapi Dampak Ponsel Pintar, Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil Ingatkan Peran Penting Orang Tua

Admin · 5 Sep 2026, 06:30 WIB · 75 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Sikapi Dampak Ponsel Pintar, Pengasuh Ponpes Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil Ingatkan Peran Penting Orang Tua

PASURUAN, java66news.com – Perkembangan teknologi digital dan inovasi canggih di era modern membawa perubahan besar serta berbagai tantangan baru yang tidak terprediksi sebelumnya. Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, kepada java66news.com pada Sabtu (5/9/2026).

Abuyya M. Hasan Syaibah menyoroti fenomena penggunaan ponsel pintar (smartphone) yang makin masif hingga ke pelosok dunia. Menurutnya, ponsel pintar saat ini sudah diakses oleh berbagai kalangan, termasuk anak usia balita. Kondisi ini dinilai berbalik dibanding masa lalu ketika ponsel dianggap sebagai barang yang tabu bagi anak-anak.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Ponsel ibarat pedang bermata dua. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, justru akan merugikan pemakainya. Di satu sisi ada jutaan manfaat yang dirasakan, tetapi di sisi lain terdapat berjuta dampak negatif yang mengintai,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.

Ia menambahkan bahwa dampak negatif penggunaan ponsel tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang belum saatnya mendapatkan kebebasan berinteraksi dengan dunia digital tanpa pengawasan. Benteng pertahanan dan kekhawatiran orang tua dinilai mulai melonggar, sehingga anak-anak dapat mengakses berbagai konten secara bebas.

Oleh karena itu, beliau mengimbau para orang tua agar lebih bijak, membatasi penggunaan teknologi, serta aktif memantau dan menelisik aktivitas digital anak-anak mereka, terutama yang masih menempuh pendidikan di sekolah maupun di pesantren.

“Sebagai orang tua, kita harus membatasi dan mengetahui apa yang dibuka oleh anak, apalagi yang masih sekolah atau mondok, jika tidak ingin kesuksesannya terhambat,” tegasnya.(SNA/Ebs)

75 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *