Kisah Inspiratif Serka Heri Purnomo: Tentara Berjiwa Petani yang Dongkrak Kesejahteraan Petani Malang

Admin · 7 Jul 2026, 08:05 WIB · 142 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
Kisah Inspiratif Serka Heri Purnomo: Tentara Berjiwa Petani yang Dongkrak Kesejahteraan Petani Malang

MALANG, java66news.com – Jiwa agraris tampaknya sudah mendarah daging dalam diri Sersan Kepala (Serka) Heri Purnomo. Anggota TNI AD yang juga menjabat sebagai Babinsa Koramil Jabung ini membuktikan bahwa pengabdian kepada negara tidak hanya dilakukan di medan laga, tetapi juga melalui pemberdayaan tanah dan petani di wilayah tugasnya.

Sejak mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Heri sudah akrab dengan dunia pertanian. Ketelatenannya menanam berbagai komoditas produktif seperti kopi, durian, pisang, salak, manggis, hingga petai kini membuahkan hasil melimpah. Bahkan, berkat kepiawaiannya mengelola lahan produktif di kawasan Benjor, Taji, Jabung, hingga Sumber Tangkil (Tirtoyudo), penghasilannya dari berkebun disebut-sebut mampu bersaing dengan pendapatan seorang perwira tinggi. Salah satu produk andalannya adalah Kopi Babinsa, produk kopi lokal hasil olahan kebun dari daerah Benjor, Nongkojajar.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Gelar Studi Banding dan Gandeng Pakar Australia

Tak mau sukses sendirian, Serka Heri Purnomo dikenal sebagai sosok yang gemar berbagi ilmu kepada kelompok tani (poktan) di Kabupaten Malang. Komitmen ini terlihat nyata pada Minggu (6/7/2026), saat Kelompok Tani Purnama 1 dari Desa Ngadirejo, Kecamatan Tumpang, menggelar studi banding ke Kelompok Tani Unggul 1 di Desa Sumber Tangkil, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Studi banding ini berfokus pada teknik pemberian nutrisi dan pupuk agar tanaman kopi dan durian dapat berbuah lebat sesuai ekspektasi petani. Kelompok Tani Unggul 1 sendiri merupakan poktan berprestasi yang pernah menyabet predikat sebagai kelompok tani terbaik se-Kabupaten Malang dalam hal produksi dan cita rasa kopi.

Agenda ini turut dihadiri oleh Dr. Brandon, seorang pakar nutrisi tanaman dan peternakan asal Australia. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Brandon memberikan edukasi serta motivasi kepada para petani agar konsisten memberikan nutrisi terbaik bagi tanaman mereka. Menurutnya, optimalisasi nutrisi tanaman sangat penting untuk mendongkrak kualitas komoditas usaha demi meningkatkan taraf kesejahteraan petani.

Berharap Pemerintah Bentuk Koperasi untuk Putus Rantai Tengkulak

Kendati mencatatkan produktivitas yang baik, para petani di wilayah Tirtoyudo masih menghadapi tantangan klasik di sektor hilir. Saat memasuki masa panen raya durian pada bulan Mei hingga Juli tahun ini, keuntungan terbesar justru masih dinikmati oleh para pengepul atau tengkulak, bukan petani itu sendiri.

Mengantisipasi permainan harga yang merugikan tersebut, Kelompok Tani Unggul 1 secara terbuka meminta kepada pemerintah agar segera mendirikan koperasi di wilayah Tirtoyudo. Koperasi ini nantinya diharapkan dapat bertugas menampung hasil bumi seperti kopi, durian, dan petai, sehingga rantai distribusi dapat dipangkas dan kesejahteraan petani lebih terlindungi.

Angin Segar Tembus Pameran UMKM di Surabaya

Harapan baru bagi para petani Malang mulai terbuka lebar berkat dukungan dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Cabang Malang. Sebagai mitra strategis petani kopi dan durian, BI berencana memboyong kelompok tani dari Desa Sumber Tangkil untuk berpartisipasi dalam pameran UMKM yang akan diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 17–26 Juli mendatang.

Langkah ini menjadi angin segar sekaligus peluang besar untuk mempromosikan Desa Sumber Tangkil agar bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata durian dan kopi unggulan di Jawa Timur. (Edy/Red)

142 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →