PASURUAN, java66news.com – Manusia yang menyadari ketidakpastian nasibnya di akhirat kelak, idealnya tidak akan memiliki waktu untuk mencampuri urusan orang lain. Kesadaran akan keselamatan diri dan keluarga seharusnya menjadi fokus utama setiap individu, bukan malah sibuk mencela atau menghina sesama.
Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, kepada java66news.com pada Minggu (5/7/2026).
Menurut Abuyya M. Hasan Syaibah, fokus pada keselamatan diri sendiri dan keluarga merupakan pekerjaan rumah terbesar bagi setiap manusia. Terlebih lagi jika seseorang sudah dikaruniai keluarga, tanggung jawab tersebut menjadi berkali-kali lipat lebih berat.
Ia menilai, orang yang masih sibuk mengurusi, mengkritik, atau merendahkan orang lain yang bukan menjadi tanggung jawabnya, menunjukkan cara berpikir yang kurang sehat.
Sebelum segala amal perbuatan diaudit di hadapan Allah SWT, Abuyya mengajak setiap umat untuk terlebih dahulu mengoreksi diri sendiri. Pada hari akhir nanti, hanya hati yang bersih dan suci dari segala penyakit hati yang akan diterima di sisi Allah SWT.
Melalui momentum ini, Abuyya M. Hasan Syaibah juga mempertanyakan kembali kepada umat, apakah masih layak menghabiskan waktu untuk mengurusi kehidupan orang lain, sementara keselamatan nasib sendiri di akhirat belum bisa diyakinkan.
Sebagai penutup, ia menekankan bahwa sikap saling menghargai, memaafkan, dan mendoakan adalah sikap terbaik yang harus dijaga sesama muslim. Sikap-sikap mulia ini diharapkan mampu menyatukan kembali umat di alam yang berbeda kelak. Pasalnya, tidak sedikit hubungan yang bersatu di dunia, namun harus terpisah di akhirat akibat tidak adanya kesamaan visi, misi, serta adanya penyakit hati yang membuat amal ibadah tidak sinkron.(SNA/Red)
