PASURUAN, – (java66news.com) — Keberhasilan dan kesuksesan sejati seorang manusia sama sekali tidak diukur dari tingginya gelar akademik maupun deretan prestasi duniawi yang diraihnya. Melainkan, sejauh mana manusia tersebut mampu memberikan kontribusi nyata serta kemanfaatan yang luas bagi orang lain di sekelilingnya.
Hal tersebut ditegaskan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, saat memberikan wejangan rohani dan penjelasan eksklusif kepada media ini pada Senin (29/6/2026). Beliau menyampaikan sebuah perenungan mendalam mengenai hakikat kehidupan manusia yang sangat singkat.
Menurut Abuyya, kehidupan di dunia ini laksana “seumur jagung” atau sangat pendek. Oleh sebab itu, tidak ada perkara yang jauh lebih bermanfaat dalam mengisi waktu yang singkat ini kecuali dengan menebar kebaikan. Beliau juga mengingatkan bahwa kesuksesan akan menjadi sia-sia dan sama sekali tidak berarti jika hanya bisa dirasakan dan dinikmati oleh diri sendiri.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai siapakah manusia yang terbaik? Beliau menjawab bahwa orang yang terbaik adalah orang yang keberadaannya bisa memberikan banyak manfaat kepada manusia, apa pun status sosial dan profesinya,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah dengan penuh khidmat.
Lebih lanjut, ulama kharismatik asal Bangil ini mengajak masyarakat untuk meneladani filosofi pohon pisang. Pohon pisang memiliki karakteristik yang sangat unik, yaitu tidak mau dan tidak akan pernah mati sebelum ia membuahkan hasil atau memberikan manfaat nyata bagi makhluk hidup di sekitarnya.
Filosofi tersebut mengandung pesan moral yang sangat mendalam bagi umat manusia mengenai arti sebuah kehidupan. Hidup akan kehilangan maknanya jika tidak diiringi dengan komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi sesama, sebagaimana yang telah dicontohkan secara sempurna oleh Rasulullah.
Abuyya menguraikan bahwa seluruh helai kehidupan Rasulullah dicurahkan sepenuhnya untuk memberikan pencerahan, bimbingan, serta berkhidmat (mengabdi) kepada umatnya. Bahkan, dalam menjalankan misi mulia tersebut, segala bentuk risiko hingga taruhan nyawa sekalipun rela beliau hadapi demi memastikan keselamatan umatnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Di akhir penyampaiannya, Abuyya M. Hasan Syaibah berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus konsisten menjadi pribadi yang bermanfaat di jalur profesi masing-masing. Beliau mengibaratkan hal ini dengan pepatah kuno yang diselaraskan dengan nilai spiritual.
“Banyak jalan menuju Roma. Cukup dengan profesi yang Anda miliki saat ini, jika itu dibawa dan diarahkan untuk membawa kemanfaatan bagi sesama, maka itulah jalan surgamu,” pungkas beliau menutup perbincangan.(SNA/Red)
