SURABAYA (java66news.com) – Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) bersama Pengurus PGRI Jawa Timur secara resmi meluncurkan program “PGRI Power Jawa Timur” pada Rabu, (17/6/2026). Bertempat di Gedung Indosat, Jalan Kayoon No. 72, Surabaya, acara strategis ini mengusung misi besar, yaitu “Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding & AI”, dengan target khusus mencetak 200 Ribu Guru Jawa Timur yang siap menguasai teknologi masa depan.
Acara peluncuran ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting di dunia pendidikan, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.S.T.P., M.M., serta Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Hj. Unifa Rosidi, M.Pd.

Turut hadir pula Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Djoko Adi Walujo, S.T., M.M., D.B.A., Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, S.Si., M.M., jajaran Pengurus PGRI Power, Ketua PGRI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, perwakilan Perguruan Tinggi PGRI, serta Lembaga PGRI. Selaku tuan rumah dan mitra strategis, jajaran manajemen Indosat Ooredoo Hutchison juga turut hadir memberikan dukungan penuh, di antaranya Wahyu (Operation) dan Novita (AVP).
Penekanan Layar Digital dan Tinjau Laboratorium

Puncak acara peluncuran ditandai dengan prosesi penekanan layar digital secara bersama-sama oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Ketua Umum PB PGRI, Ketua PGRI Jatim, serta jajaran manajemen Indosat. Sentuhan layar digital ini menjadi simbol resmi dimulainya era baru transformasi digital bagi ratusan ribu guru di Jawa Timur.
Setelah prosesi penekanan layar, rombongan pejabat dan undangan bergerak menuju area fasilitas teknologi untuk melakukan peninjauan laboratorium. Laboratorium ini nantinya akan menjadi pusat pelatihan dan simulasi intensif bagi para guru untuk mendalami materi koding serta implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam metode pembelajaran.
Komitmen PB PGRI Hadapi Era Digital
Di sela-sela acara, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Hj. Unifa Rosidi, M.Pd., memberikan komentar khusus kepada awak media java66news.com. Beliau menegaskan bahwa peluncuran PGRI Power ini merupakan langkah nyata organisasi dalam menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.

“Gerakan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah lompatan besar bagi masa depan pendidikan kita. Kami di PB PGRI berkomitmen penuh agar para guru tidak hanya menjadi penonton dalam arus disrupsi teknologi, tetapi menjadi penggerak utama. Penguasaan koding dan AI bagi guru akan membuka ruang kreativitas tanpa batas di dalam kelas,” ujar Prof. Unifa kepada java66news.com, Rabu (17/6).

Beliau juga menambahkan bahwa Jawa Timur dipilih sebagai salah satu motor penggerak utama karena memiliki potensi dan semangat solidaritas guru yang sangat tinggi. “Dengan target 200 ribu guru di Jatim, kami optimistis ini akan menjadi pemantik bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia untuk segera melakukan akselerasi serupa,” imbuhnya.
Apresiasi dari Daerah: PGRI Kabupaten Pasuruan Siap Mengawal
Dukungan kuat terhadap program ini langsung disuarakan oleh jajaran pengurus di tingkat daerah. Kepada java66news.com, Ketua PGRI Kabupaten Pasuruan, H. Akhmad Ponali, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas langkah progresif yang diambil oleh PB PGRI dan PGRI Jawa Timur.
“Kami dari PGRI Kabupaten Pasuruan sangat mengapresiasi dan menyatakan siap mendukung penuh program mandatori ini. Ini adalah langkah konkret yang sangat dibutuhkan oleh guru-guru di daerah agar tidak gagap teknologi. Kami akan segera melakukan konsolidasi di tingkat kabupaten untuk memastikan seluruh tenaga pendidik di Pasuruan dapat terlibat aktif dan menyukseskan gerakan koding dan AI ini hingga ke satuan pendidikan paling dasar,” tegas H. Akhmad Ponali dengan penuh optimisme.
Sinergi dan Perwujudan 5 Pilar Utama
Merespons gerakan masif tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dr. Aries Agung Paewai, S.S.T.P., M.M., menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kota/kabupaten, organisasi profesi, hingga mitra industri seperti Indosat—menjadi kunci utama keberhasilan akselerasi literasi digital ini.
Program PGRI Power Jawa Timur ini sendiri dirancang dengan membawa 5 nilai utama demi mewujudkan guru yang kompeten dan berdaya saing global, yaitu Professionalism, Opportunity, Wisdom, Excellence, dan Resilience.
Acara yang berlangsung khidmat di Gedung Indosat Kayoon ini ditutup dengan foto bersama dan penguatan komitmen dari seluruh ketua PGRI daerah untuk langsung bergerak menyosialisasikan program mandatori ini di wilayah masing-masing. (Edy/J66)
