PASURUAN, (java66news.com) – Keberhasilan sejati hanya milik mereka yang menginginkan perubahan dan berani melangkah keluar dari zona nyaman demi mengejar rida Ilahi. Ungkapan ini sangat tepat menggambarkan sosok Rofiqotul Maula binti Nurul Huda, atau yang akrab disapa Uswatun Hasanah. Gadis asal Madura ini sukses menyelesaikan pendidikan kepesantrenannya dengan capaian yang luar biasa, yakni menghafal kitab suci Al-Qur’an 30 juz secara bilghoib (di luar kepala).
Prosesi kelulusan dan keberhasilan ini menjadi momen penuh kebahagiaan sekaligus haru, terlebih momentum boyong (kepulangan) santriwati tersebut bertepatan dengan datangnya bulan Muharram yang mulia.
Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, memberikan apresiasi dan rasa bangganya yang mendalam atas pencapaian sang hafizhah. Kepada redaksi java66news.com pada Selasa (16/6/2026), Abuyya menyampaikan bahwa perjuangan Uswatun Hasanah adalah teladan bagi generasi muda.
“Subhanallah, ini adalah sebuah perjalanan panjang yang jauh. Sungguh putri yang patut dibanggakan dan diapresiasi. Di masa mudanya, ia nyaris tak pernah di rumah dengan tekad yang kuat, berani meninggalkan zona nyaman demi masa depannya. Kini ia tidak saja lulus dari pesantren, tetapi disempurnakan dengan hafal kitab suci 30 juz bilghoib,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah penuh syukur.
Melihat keberhasilan santriwatinya yang kini telah menuai cita-citanya, Abuyya mendoakan agar ilmu yang didapatkan selama di pesantren senantiasa membawa berkah dan manfaat yang luas di tengah masyarakat. Namun, beliau juga memberikan wejangan dan pengingat yang sangat mendalam.
“Ingat, jangan pernah melupakan siapa yang berjasa di belakangmu. Gurumu dan orang tuamu, khususnya. Dari keduanya itulah kehormatan derajatmu ditentukan,” tegas Abuyya.
Menutup keterangannya, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah ini menitipkan amanah besar kepada Uswatun Hasanah agar senantiasa menjaga mahkota hafalannya dan tetap istiqomah di kehidupan luar pesantren.
“Jaga hafalan Al-Qur’anmu sekuatmu, itulah amanah dan anugerah yang tidak semua orang diberikan. Jaga hatimu, selalu istiqomah dalam kondisi baik, karena dari situlah Allah akan menjaga Al-Qur’anmu. Tetaplah loyal dan terkoneksi hatimu dengan gurumu. Semoga kelak sukses pula di kehidupan nyatamu setelah boyong dari pondok,” pungkas Abuyya M. Hasan Syaibah.
Bulan Muharram 1448 Hijriyah ini menjadi saksi nyata atas kesuksesan seorang gadis Madura yang dengan keteguhan hatinya mampu menyelesaikan amanah langit, membawa kebanggaan besar bagi keluarga, guru, dan pondok pesantren. (J66/Red)
