​Menyambut Tahun Baru Muharam, Abuyya M. Hasan Syaibah Ajak Umat Islam Lakukan Introspeksi Diri

Admin · 15 Jun 2026, 21:11 WIB · 40 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
​Menyambut Tahun Baru Muharam, Abuyya M. Hasan Syaibah Ajak Umat Islam Lakukan Introspeksi Diri

PASURUAN, (java66news.com) – Menyambut momentum pergantian tahun baru Islam, Muharam, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya melakukan introspeksi atau muhasabah diri bagi setiap Muslim. Beliau menegaskan bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang tiada henti mengevaluasi diri sendiri demi perbaikan kualitas spiritual dan moral.

Kepada redaksi java66news.com pada Senin (15/6/2026), tokoh ulama karismatik asal Pasuruan tersebut menganalogikan kedatangan tahun baru Islam layaknya siklus perdagangan yang berlangsung selama satu tahun penuh. Menurutnya, akhir tahun merupakan waktu krusial untuk menghitung neraca laba dan rugi dari seluruh amal perbuatan yang telah diperbuat.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Kategori orang yang cerdas adalah orang yang selalu tak henti mengintrospeksi dirinya sendiri hingga tidak ada waktu untuk menelisik atau mencari-cari kesalahan orang lain. Datangnya tahun baru Islam, Muharam, ibarat berdagang yang berlangsung satu tahun, yang harus dihitung laba ruginya sebagai bahan evaluasi kita bersama,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.

Dalam refleksi tersebut, beliau mengajak umat Islam untuk merenungkan posisi spiritual masing-masing sepanjang tahun yang lalu. Beliau mengutip sebuah hadis sahih riwayat Al-Hakim yang mengelompokkan manusia ke dalam tiga golongan berdasarkan kualitas hari yang dijalaninya.

Berdasarkan hadis tersebut, barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Sebaliknya, jika hari ini sama dengan hari kemarin, ia termasuk golongan orang yang impas atau merugi. Sementara itu, barang siapa yang hari ini justru lebih buruk daripada hari kemarin, maka ia tergolong sebagai orang yang celaka.

“Kembali pada pribadi kita masing-masing, di posisi manakah kita berada sekarang? Hanya diri kita sendiri yang mampu menjawabnya,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah tersebut dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, Abuyya M. Hasan Syaibah mengingatkan hakikat mendasar dari pergantian waktu dan bertambahnya angka tahun. Secara lahiriah, datangnya bulan Muharam memang menambah usia seseorang di dunia, namun secara hakiki hal tersebut justru mengurangi jatah umur dan melangkah semakin dekat menuju gerbang kematian.

Beliau juga menyampaikan pesan peringatan agar umat tidak terlena dan bersikap santai dalam memanfaatkan sisa waktu yang ada. Kesempatan hidup dan bernapas di dunia tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Oleh karena itu, modal utama berupa kesehatan jasmani dan napas yang masih berembus harus dioptimalkan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah.

“Napas yang masih lekat dan badan yang sehat adalah modal utama untuk memperbaiki diri sebelum ajal menjemput. Jangan sampai kita terlambat, hingga kelak meronta dan merengek meminta waktu untuk hidup kembali ke dunia walau hanya sedetik, sekadar untuk memperbaiki semua amal ibadahnya,” pungkas beliau menutup pesan bijaknya.(J66/Red)

40 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →