LUMAJANG, (java66news.com) – Status Gunung Semeru yang masih bertahan di level III (Siaga) memicu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang untuk terus bergerak cepat. Demi mengantisipasi potensi ancaman erupsi dan banjir lahar dingin, BPBD Lumajang kini memperketat sistem mitigasi bencana secara digital.
Langkah ini dilakukan dengan mengoptimalkan pemantauan kawasan rawan bencana melalui kamera CCTV real-time serta memaksimalkan fungsi Early Warning System (EWS) yang tersebar di beberapa titik krusial.
Pemantauan 24 Jam Non-Stop
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., memastikan bahwa pengawasan terhadap aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tidak boleh kendor sedikit pun dan akan terus diperketat. Dengan adanya kamera CCTV yang terintegrasi langsung ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), petugas dapat memantau pergerakan visual Semeru secara langsung selama 24 jam.
“Kami memastikan seluruh sistem pemantauan bekerja optimal. Kamera CCTV real-time ini sangat membantu kami untuk melihat situasi di hulu secara instan. Jika terjadi Awan Panas Guguran (APG) atau kenaikan debit air akibat banjir lahar, tindakan evakuasi dan peringatan ke masyarakat bisa segera diinstruksikan tanpa penundaan,” tegas Isnugroho, S.Sos. Senin (1/6/2026).
Optimalisasi EWS di Jalur Aliran Lahar
Selain kamera pemantau, perangkat Early Warning System (EWS) juga menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan warga di sekitar bantaran sungai. Sistem peringatan dini ini dirawat secara berkala agar otomatis berbunyi jika debit air atau getaran seismik di hulu meningkat tajam.
Beberapa titik fokus pengawasan mitigasi saat ini meliputi:
Daerah Aliran Sungai (DAS) Regoyo
DAS Mujur
DAS Bondoyudo
Kawasan Curah Kobokan (salah satu jalur utama bukaan kawah)
Imbauan untuk Masyarakat dan Penambang Pasir
Pihak BPBD Lumajang melalui Kalaksa Isnugroho juga kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya para penambang pasir yang kerap beraktivitas di sepanjang aliran sungai purba Semeru.
Poin-poin penting yang wajib dipatuhi:
Patuhi Rekomendasi PVMBG: Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.
Waspada Jarak Aman: Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena rawan perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Pantau Informasi Resmi: Masyarakat diminta tidak mudah terpancing oleh isu-isu hoaks dan selalu memperbarui perkembangan aktivitas Semeru melalui pos pengamatan resmi atau pusat informasi BPBD.
Dengan kesiapsiagaan teknologi mitigasi yang diperketat serta kepatuhan penuh dari masyarakat, BPBD Lumajang berharap risiko dampak buruk dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru dapat ditekan seminimal mungkin.(Fen/Red)
