Cederai Dunia Pendidikan, Oknum Guru SD di Lumajang Diamankan Polisi Akibat Aksi Asusila

Admin · 21 Mei 2026, 21:20 WIB · 24 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Cederai Dunia Pendidikan, Oknum Guru SD di Lumajang Diamankan Polisi Akibat Aksi Asusila

LUMAJANG, (java66news.com) – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah oknum tidak terpuji. Seorang oknum guru honorer berinisial JM (35) yang mengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah diduga melakukan tindak pidana pornografi terhadap muridnya sendiri.

Penangkapan terhadap JM dilakukan oleh petugas kepolisian setelah adanya laporan dari pihak keluarga korban. Kasus ini bermula pada Selasa (8/4/2025), saat pelaku melakukan video call kepada salah satu siswi dengan dalih keperluan grup WhatsApp pelajaran PJOK.

Namun, di tengah panggilan tersebut, pelaku justru menunjukkan alat kelaminnya kepada korban. Tidak hanya itu, pelaku diduga memberikan ancaman kepada korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut dengan iming-iming nilai pelajaran.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Kasus ini terungkap pada Sabtu (12/4/2025) setelah ayah korban mendapatkan informasi dari warga mengenai rekaman video aksi tak senonoh tersebut. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, keluarga korban segera melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah dan kepolisian.

Kapolres Lumajang melalui Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Adinata, mengonfirmasi bahwa tersangka telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka telah kami amankan berdasarkan laporan polisi tertanggal 14 April 2025. Dari penangkapan tersebut, kami menyita barang bukti berupa dua unit ponsel milik tersangka dan korban yang digunakan dalam aksi tersebut,” ujar AKP Pras saat memberikan keterangan pers.

Akibat perbuatannya, JM kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dengan jeratan pasal terkait pornografi.

Pentingnya Pengawasan Lingkungan Pendidikan

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen masyarakat, orang tua, dan pengelola institusi pendidikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara guru dan siswa. Ruang digital, meskipun memudahkan komunikasi, juga memiliki celah kerawanan yang harus diwaspadai.

Java66news.com mengajak seluruh pembaca untuk senantiasa mengedepankan perlindungan anak sebagai prioritas utama. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Kejadian ini hendaknya menjadi refleksi.(Red)

24 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →