Keutamaan Mencari dan Mengajarkan Ilmu: Jalan Terbaik Menuju Allah SWT

Admin · 21 Mei 2026, 10:07 WIB · 37 dilihat · 2 menit baca
Bagikan:
Keutamaan Mencari dan Mengajarkan Ilmu: Jalan Terbaik Menuju Allah SWT

PASURUAN, (java66news.com) – Ilmu pengetahuan merupakan warisan abadi yang tidak akan pernah luntur oleh waktu. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, menuntut ilmu dan mengajarkannya kepada sesama dipandang sebagai jalan (thoriqoh) tertinggi dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal tersebut ditegaskan oleh Abuyya M. Hasan Syaibah, Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah, Bangil, Pasuruan, dalam sebuah tausiyah yang menekankan pentingnya menempatkan ilmu di atas segala-galanya.

Meneladani Jejak Salafus Shaleh

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Dalam pesannya, Abuyya M. Hasan Syaibah merujuk pada kisah inspiratif Kyai Nurul Huda Jazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Dikisahkan bahwa saat ditanya oleh Mbah Yai Mahrus mengenai thoriqoh (jalan spiritual) yang dijalani, Kyai Nurul Huda menjawab bahwa jalan utamanya adalah mengaji, belajar, dan mengajar.

Bagi para ulama besar, aktivitas belajar dan mengajar bukanlah sekadar rutinitas, melainkan sebuah bentuk thoriqoh yang melampaui metode lainnya. Kenikmatan dalam menekuni ilmu membuat mereka seolah lupa pada urusan duniawi, karena dunia dianggap sebagai penghambat bagi mereka yang telah merasakan lezatnya perjalanan spiritual melalui ilmu.

Ilmu sebagai Penentu Kasta Kehormatan

Abuyya M. Hasan Syaibah menekankan bahwa posisi atau nasab tinggi seseorang tidak akan ada artinya jika tidak dibarengi dengan ilmu. Beliau memberikan perumpamaan yang kuat:

Seseorang yang bernasab tinggi namun tidak berilmu ibarat seekor “Kucing”.

Sebaliknya, seseorang dari kasta terendah sekalipun, jika ia memiliki ilmu, ia akan menjadi “Macan” yang berwibawa.

“Hanya ilmu dan ketakwaan yang menentukan tingginya kehormatan manusia di hadapan Allah SWT,” ujar Abuyya.

Warisan yang Tak Pernah Hilang

Lebih lanjut, beliau berpesan kepada para orang tua untuk menanamkan kecintaan terhadap ilmu kepada anak-anaknya. Berbeda dengan harta benda yang bisa habis, ilmu adalah aset yang semakin tua usia seseorang, maka akan semakin terlihat keberkahan dan manfaatnya bagi masyarakat luas.

Melalui narasi ini, Abuyya M. Hasan Syaibah mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan majelis ilmu sebagai upaya mencerdaskan bangsa sekaligus meningkatkan derajat spiritualitas umat.(Red)

37 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →