PASURUAN, (java66news.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Abuyya M. Hasan Syaibah, menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat cinta kepada Allah SWT. Dalam tausiyahnya yang disebarkan pada Senin (25/5/2026), beliau menekankan bahwa ibadah yang didasari ketulusan (ikhlas) adalah kunci meraih ridho-Nya.
Abuyya mengibaratkan cinta yang tulus kepada Allah seperti hubungan orang tua dan anak. Seorang anak yang taat dan patuh tanpa banyak bertanya kepada orang tuanya akan membuat orang tua merasa sayang dan memberikan segalanya tanpa diminta.
“Cinta itu memang gila. Saking cintanya, kadang orang lupa akan dirinya sendiri. Apa pun diberikan, bahkan nyawa pun dipertaruhkan. Begitu pula Allah kepada hamba-Nya yang dicintai-Nya,” ujar Abuyya dalam pesannya.
Lebih lanjut, Abuyya menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan ganjaran yang tak terhingga bahkan untuk amalan-amalan sunnah yang sering dianggap remeh oleh manusia. Beliau mencontohkan keutamaan puasa Tarwiyah.
“Janganlah kita mudah meninggalkan atau meremehkan ibadah sunnah. Kita tidak tahu amal ibadah mana yang membuat Allah jatuh cinta dan ridho kepada kita,” tambahnya.
Menurut Abuyya, Allah tidak sekadar melihat seberapa berat atau banyaknya ibadah seseorang, melainkan sejauh mana ketaatan, kepasrahan, dan keikhlasan hamba tersebut dalam menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.
“Lakukanlah ibadah dengan ikhlas tanpa tawar-menawar. Meski hati terkadang belum sepenuhnya sejalan, tetaplah beribadah dengan penuh kepatuhan. Itulah yang akan membuahkan ridho Allah,” tutup beliau.
Pesan ini menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk terus memperbaiki kualitas ibadah mereka, tidak hanya terpaku pada kuantitas, tetapi lebih mengutamakan kejernihan hati dan kepatuhan total kepada Sang Pencipta.(Red)
