PASURUAN, (java66news.com) – Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Utara No. 3-A, Kota Pasuruan pada Senin pagi (18/5/2026). Apel kerja yang rutin dilaksanakan kali ini terasa istimewa karena dirangkai dengan prosesi penyerahan Trophy dan Sertifikat Juara Olimpiade PAI dan Bahasa Arab (OLIMPABA) Tingkat MI, MTs, dan MA se-Kabupaten Pasuruan Tahun 2026.
Bertindak sebagai Pembina Apel, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Achmad Shampton, S.HI, M.Ag, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para siswa berprestasi yang didampingi oleh kepala madrasah dan guru pembina masing-masing. Kegiatan berskala daerah ini sukses memicu motivasi belajar dan memetakan potensi anak didik di bidang keagamaan serta bahasa arab.
Dalam amanatnya, Achmad Shampton menegaskan bahwa apel pagi ini bukan sekadar rutinitas formalitas pengisi absensi. “Harapan dari apel ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebagai instrumen memupuk disiplin dan meningkatkan kinerja secara riil,” tegasnya di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai, serta peserta didik penerima penghargaan.
Guna mengaktualisasikan peningkatan disiplin kerja, ia mengingatkan kembali kebijakan strategis yang telah berjalan sejak Januari 2026, di mana seluruh pegawai diwajibkan menyusun dan menyerahkan laporan kinerja setiap bulannya tanpa terkecuali. Langkah ini diambil untuk menghindari sistem kerja yang serampangan atau sekadarnya.
“Kita harus menghindari sistem kerja yang asal-asalan. Mulai hari ini, mari kita ganti mindset kita. Kita memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk membuat masyarakat ridho dengan pelayanan yang kita berikan, serta memastikan anak-anak didik kita merasa puas dengan proses pembelajaran di sekolah,” ujar Gus Shampton, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, beliau menguraikan pentingnya kreativitas di lingkungan birokrasi keagamaan. Menurutnya, bersikap inovatif adalah bagian dari manifestasi syariat dalam menjalankan amanah publik. Ia mengingatkan aspek spiritualitas dalam bekerja, di mana kehalalan gaji yang diterima sangat bergantung pada kualitas dan kesungguhan dari apa yang dikerjakan sehari-hari.
Momentum ini juga dijadikan ajang evaluasi performa bagi para CPNS yang baru bergabung. Plt Kepala Kemenag meminta momentum tugas ini sebagai pembuktian nyata atas kompetensi mereka. “Tunjukkan kinerja terbaik kalian sebagai pembuktian dari CPNS, apa yang menjadikan kalian pantas direkrut menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama,” imbuhnya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi pegawai, Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan kini menerapkan sistem reward berupa penghargaan bulanan bagi pegawai dengan kinerja terbaik. Nantinya, dokumentasi dan sertifikat penghargaan tersebut wajib diunggah ke aplikasi MyASN guna mendukung program Manajemen Talenta Nasional.
Skema ini krusial karena seluruh proses mutasi dan promosi jabatan ke depan akan didasarkan sepenuhnya pada rekam jejak Manajemen Talenta tersebut. Pihaknya juga menekankan bahwa setiap pelatihan atau workshop yang diikuti oleh pegawai wajib menghasilkan sertifikat sebagai bukti kompetensi otentik, yang secara otomatis akan meningkatkan nilai indeks profesionalitas ASN bersangkutan.
Di akhir sambutannya, Achmad Shampton berharap agar atmosfer prestasi ini menular ke seluruh lini. “Harapannya tidak hanya anak didik kita yang berprestasi lewat ajang OLIMPABA ini, tetapi para ASN juga harus mengukir prestasi dalam pelayanan publik. Ingat, dalam pandangan agama dan kehidupan, orang yang beruntung adalah orang yang pandai dan orang yang alim. Mari kita kejar aspek kemanfaatan tersebut,” pungkasnya penuh optimisme. (Red)
