Admin · 18 Mei 2026, 11:39 WIB · 38 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:

PASURUAN, java66news.com – Agenda penguatan mutu pendidikan agama Islam di Kabupaten Pasuruan terus dikebut. Pada Senin (18/5/2026), Aula Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menjadi saksi digelarnya acara Pemantapan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru PAI sekaligus Pengukuhan Pengurus ROHIS (Kerohanian Islam) Tingkat SMA se-Kabupaten Pasuruan. Acara ini mengusung jargon pembakar semangat: Rohis Kuat Generasi Hebat.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, S.HI, M.Ag, Kasi PAIS, H. Saiful Ali, S.Ag, M.Pd.I, jajaran Pengawas PAI, Guru PAI tingkat SMA, serta para siswa yang diamanahi sebagai Pengurus ROHIS Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Plt Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, menyampaikan pesan mendalam terkait besarnya tanggung jawab yang dipikul oleh para pendidik keagamaan. Beliau menyoroti tantangan nyata di lapangan di mana sistem pendidikan nasional terkadang masih menomorduakan pendidikan agama.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

“Tanggung jawab guru agama itu sangat besar sekali. Di tengah sistem pendidikan kita yang menomorduakan pendidikan agama, guru agama seharusnya bisa tampil seperti Superman, atau minimal membentuk super tim yang saling menguatkan satu sama lain,” ujar pria yang akrab disapa Gus Shampton tersebut.

Gus Shampton juga mengingatkan agar lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan sekolah tidak terjebak dalam formalitas belaka. Beliau meminta agar seluruh elemen memangkas kegiatan seremonial yang tidak memberikan dampak substantif bagi perkembangan mental anak didik.

“Jangan terlalu banyak seremonial yang tidak penting. Yang kita butuhkan adalah aksi nyata. Guru agama, setiap tingkah lakunya minimal harus bisa menjadi uswah atau contoh yang baik bagi lingkungan sekitar. Guru-guru PAI harus mampu menjadi motor dan inovatif agar bisa menjadi teladan bagi guru mata pelajaran lainnya,” tegasnya.

Terkait pengukuhan Pengurus ROHIS SMA yang baru, Gus Shampton menaruh harapan besar agar mereka mendapatkan pendampingan yang intensif dan melekat dari para guru agama di sekolah. Menurutnya, tugas guru bukan sekadar mengajar di kelas, tetapi memastikan anak didik terbantu dan memiliki pendamping dalam memahami serta menerapkan ilmu, khususnya ilmu agama.

“Kita harus berusaha mendampingi anak didik kita agar paham akan makna agama yang sebenarnya. Jangan hanya mengandalkan pembelajaran di pesantren saja. Guru agama hendaknya mampu mengajak dan menunjukkan kepada anak-anak pengurus Rohis akan tugas dan tanggung jawab mereka sesuai dengan kaidah ilmu agama,” lanjut beliau.

Lebih lanjut, Gus Shampton berpesan agar pendekatan dakwah dan pembelajaran agama di sekolah diubah menjadi lebih inklusif dan merangkul. Guru PAI dituntut mampu menanamkan nilai keislaman secara substansi yang kemudian diimplementasikan secara riil oleh pengurus Rohis dalam kehidupan sehari-hari.

“Munculkan kesan bahwa agama itu menyenangkan, bukan malah sebaliknya yang bikin takut atau kaku. Bagaimana caranya anak-anak pengurus Rohis ini mampu mengimplementasikan makna agama yang sebenarnya di lingkungan sekolah mereka,” pungkasnya di akhir pengarahan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemantapan workshop kompetensi guru yang dipandu oleh Seksi PAIS Kemenag Kabupaten Pasuruan guna merumuskan program kerja Rohis yang sinergis dan inovatif di tiap sekolah. (Red)

38 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →