PASURUAN java66news.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kejayan kembali menjadi pusat penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag. KUA Kejayan sukses menggelar Kajian Kepenghuluan Pertemuan Ke-6 yang menghadirkan para penghulu se-Kota dan Kabupaten Pasuruan pada Kamis (24/9/2026).
Program yang digagas oleh Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Jawa Timur bersama para penghulu Pasuruan ini diproyeksikan sebagai prototype (percontohan) kegiatan literasi keilmuan penghulu di wilayah Jawa Timur.

Kepala KUA Kecamatan Kejayan sekaligus Ketua Bidang Hubungan Antar-Lembaga/Masyarakat dan Informasi Publik PW APRI Jawa Timur, H.M. Jakfar Habibullah, Lc., menegaskan bahwa peran penghulu tidak boleh terbatas pada pelayanan administrasi pernikahan semata.

“Penghulu harus terus belajar dan meningkatkan kompetensinya. Kajian ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat keilmuan, berdiskusi, sekaligus mempererat silaturahmi antar-penghulu. Dengan penguasaan keilmuan yang baik, penghulu mampu memberikan pelayanan, bimbingan, dan edukasi keagamaan kepada masyarakat secara lebih optimal,” ujar Jakfar saat membuka acara.

Fokus Metode Al-Miftah
Pada pertemuan keenam ini, peserta mendalami metode Al-Miftah, sebuah formulasi praktis untuk mempermudah pembacaan dan pemahaman kitab-kitab berbahasa Arab. Materi disampaikan langsung oleh Koordinator Al-Miftah Pasuruan, Ust. Hanafi.

Pelatihan berlangsung interaktif melalui pemaparan teori kaidah dasar yang dikombinasikan dengan praktik membaca teks Arab secara langsung. Pendekatan ini memudahkan para peserta dalam menyerap materi secara cepat dan mendalam.
Kehadiran program kajian berkala ini diharapkan tidak hanya memperkuat literasi keagamaan dan ukhuwah antar-penghulu di Pasuruan, tetapi juga menjadi acuan bagi wilayah lain di Jawa Timur dalam mewujudkan pelayanan kepenghuluan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.(Ebs/Puj)
