PASURUAN, java66news.com – Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Al-Hasaniyyah Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Abuyya M. Hasan Syaibah, menyampaikan pesan mendalam terkait hakikat kehidupan manusia. Beliau mengingatkan agar setiap individu tidak berbuat sombong dan selalu menyadari fitrah dirinya di hadapan Sang Pencipta.
Pesan tersebut disampaikan oleh Abuyya M. Hasan Syaibah saat memberikan tausiah keagamaan kepada media java66news.com. Beliau mengibaratkan kehidupan manusia layaknya sebuah pertunjukan wayang yang sepenuhnya dikendalikan oleh Sang Dalang, yakni Allah SWT.
“Kadang manusia lupa akan kodratnya sebagai wayang yang semua diskenariokan oleh Sang Dalang. Manusia tidak akan bisa berkiprah, berjalan, maupun beraksi kecuali jika dimainkan,” ujar Abuyya M. Hasan Syaibah.
Beliau menyoroti sikap sebagian orang yang kerap kali memaksakan kehendak meski tak sejalan dengan takdir Tuhan. Menurutnya, segala upaya manusia akan menjadi sia-sia jika tidak diridai oleh Sang Creator.
“Sekujur tubuh ini bukan milik kita. Sekali dicabut stroom-nya (rohnya), maka jadilah seonggok boneka yang tidak bergerak. Lantas apa yang mesti dibanggakan atau disombongkan? Ilmu, derajat, kehormatan, hingga nasab, toh semua adalah titipan sementara,” tegasnya.
Di akhir pesannya, Abuyya mengingatkan bahwa ketika Yang Maha Menitipkan memutuskan untuk mengambil kembali nikmat tersebut, manusia tidak akan pernah kuasa untuk menolaknya. Oleh karena itu, beliau mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur dan menerima kenyataan hidup dengan lapang dada.
“Syukuri apa yang ada, terima apa adanya, sebab adanya yang ada semua dari-Nya. Kita tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa,” pungkasnya. (SNA/Ebs)
