PASURUAN, java66news.com — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kejayan kembali menggelar kajian kepenghuluan melalui pendalaman kitab Al-Miftah Lil Ulum Sidogiri pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang telah memasuki pertemuan ketiga ini diikuti oleh 16 penghulu dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan.

Program ini digagas oleh Bidang Hubungan Antar-Lembaga/Masyarakat dan Informasi Publik Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Jawa Timur yang bekerja sama langsung dengan pihak Al-Miftah Sidogiri.

Kepala KUA Kecamatan Kejayan sekaligus Kepala Bidang Hubungan Antar-Lembaga/Masyarakat dan Informasi Publik PW APRI Jawa Timur, H.M. Ja’far Habibullah, Lc., membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas dan kompetensi keilmuan Islam bagi para penghulu.

“Penghulu tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administratif, tetapi juga perlu memiliki kedalaman pemahaman keagamaan sebagai bekal dalam memberikan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan kepada masyarakat,” ujar H.M. Ja’far Habibullah, Lc.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Koordinator Al-Miftah Kabupaten Pasuruan, Ustadz Imam Hanafi. Pemateri membimbing para peserta memahami isi kitab secara interaktif yang diselingi dengan sesi diskusi serta tanya jawab aktif.
Sebanyak 16 peserta mengikuti jalannya kajian dengan penuh antusias. Selain menjadi wadah peningkatan wawasan keagamaan, kegiatan berkala ini turut menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi serta membangun sinergi antar-penghulu di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Melalui kemitraan strategis dengan Al-Miftah Sidogiri ini, PW APRI Jawa Timur berharap para penghulu terus memiliki landasan keilmuan yang kukuh dalam menjalankan tugas kepenghuluan dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.(Ebs/Puj)
