LUMAJANG, (java66news.com) – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh seorang pemuda asal Lumajang. Di tengah ketatnya persaingan kompetisi olahraga beladiri, Hafidz Glunk berhasil membuktikan bahwa keahlian fisik dan kedekatan dengan nilai-nilai agama bisa berjalan beriringan.
Ia baru saja dinobatkan sebagai Juara 1 dalam turnamen pencak silat Tapak Suci yang diselenggarakan di Kabupaten Lumajang. Tak sekadar mahir di atas gelanggang, sosok yang akrab disapa Hafidz ini juga dikenal memiliki kecintaan yang tinggi terhadap Al-Qur’an. Diketahui, ia merupakan seorang hafidz yang telah mengkhatamkan hafalan sebanyak 10 juz.
Keseimbangan Antara Fisik dan Spiritual
Keberhasilan Hafidz dalam turnamen ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak, khususnya generasi muda di Lumajang. Bagi Hafidz, disiplin yang ia terapkan dalam berlatih pencak silat ternyata selaras dengan kedisiplinan yang dibutuhkan untuk menjaga hafalan Al-Qur’an.
“Keduanya membutuhkan konsistensi dan fokus. Latihan fisik melatih ketahanan tubuh, sedangkan menghafal Al-Qur’an melatih ketajaman pikiran dan ketenangan jiwa,” ujar Hafidz saat ditemui di sela-sela kegiatannya.
Harapan bagi Generasi Muda
Prestasi ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan, baik dari komunitas olahraga maupun lingkungan pendidikan agama. Hafidz berharap pencapaiannya dapat memotivasi teman-teman sebayanya untuk tidak ragu mengejar prestasi di bidang olahraga sambil tetap membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kisah Hafidz Glunk menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk mencapai keunggulan di dua bidang yang berbeda. Dedikasi dan kerja kerasnya diharapkan dapat menjadi contoh bagi atlet-atlet muda lainnya di Jawa Timur untuk terus berkarya dan berprestasi dengan akhlak yang mulia.(Red)
