LUMAJANG, (java66news.com) – Sebanyak 41 anak penderita kelainan Jantung Bawaan (PJB) di Kabupaten Lumajang mendapatkan harapan baru. Mereka menjalani pemeriksaan skrining kesehatan intensif hasil kolaborasi komunitas Adventur Makelar Surga (AMS) Lumajang bersama tim medis Rumah Sakit Siti Khotidjah Sepanjang.
Kegiatan bakti sosial kemanusiaan ini diselenggarakan di Pendopo Arya Wiraraja, Lumajang, Sabtu (23/5/2026). Langkah ini menjadi upaya konkret untuk memetakan kesehatan sekaligus memberikan akses layanan medis bagi anak-anak yang membutuhkan.
Mengapa Skrining Ini Penting?
Berdasarkan data yang dihimpun AMS, terdapat sekitar 260 pasien penderita kelainan jantung bawaan di 21 kecamatan se-Kabupaten Lumajang. Sebanyak 70 persen di antaranya berasal dari keluarga prasejahtera yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan spesialis.
Direktur Holding AUMKES PCM Sepanjang, DR. Muhammad Hamdan, dr. Sp.S(K), menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci. “Kelainan jantung pada anak harus segera dideteksi. Jika diabaikan, kondisi ini akan sangat mengganggu proses tumbuh kembang fisik maupun kecerdasan anak di masa depan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, beberapa tanda yang perlu diwaspadai orang tua meliputi warna kulit yang membiru, pertumbuhan badan yang melambat, serta anak yang mudah lelah atau napas terengah-engah meski hanya beraktivitas ringan.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada RS Siti Khotidjah Sepanjang yang telah menjembatani minimnya akses dokter spesialis jantung anak di Lumajang.
“Kami berusaha mengumpulkan mereka dalam satu komunitas agar bisa saling menguatkan. Kehadiran tim medis dari luar daerah ini sangat meringankan beban para orang tua,” ungkap Indah. Ia juga memberikan semangat kepada para orang tua agar tidak takut berobat, mengingat persentase kesembuhan anak dengan penanganan yang tepat sangatlah besar.
Pesan untuk Masyarakat
Ketua AMS Lumajang, Niken Susanti, mengajak seluruh orang tua penderita jantung bawaan untuk tetap tabah dan tekun dalam menjalani proses pengobatan. “Dukungan keluarga sangat besar pengaruhnya agar anak-anak kita bisa pulih, sehat, dan beraktivitas normal kembali,” pesan Niken.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk terus peduli terhadap kesehatan anak-anak di daerah, guna memastikan generasi penerus bangsa tumbuh dengan detak jantung yang sehat dan masa depan yang lebih cerah.(Red)
