PASURUAN, java66news.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pasuruan menggelar Workshop Pelopor Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan pada Senin (28/9/2026).

Agenda ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan H. Achmad Shampton, S.HI, M.Ag; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astuti, S.Sos, MM; Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd; Ketua Pokjawas Arif Furqon, S.Ag, M.Si; Ketua KKM MTs Kabupaten Pasuruan H. Yasir, M.Pd.I; para Kepala MTs se-Kabupaten Pasuruan; serta siswa-siswi berprestasi ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kabupaten Pasuruan. Menghadirkan narasumber dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, Dr. H. Widoyanto, M.Pd.

Mewakili panitia penyelenggara, Kasi Pendma H. Bustanul Arifin, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan pentingnya penerapan pendekatan KBC dalam lingkungan madrasah.
“Terima kasih atas kerja samanya. Kurikulum Pembelajaran KBC hadir untuk mendidik anak-anak kita dengan penuh cinta. Alhamdulillah, hadir pula narasumber yang luar biasa dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya,” ujar Bustanul.

Sementara itu, Plt Kepala Kankemenag Kabupaten Pasuruan, H. Achmad Shampton, S.HI, M.Ag, menyoroti pentingnya transformasi data serta perubahan paradigma dalam memandang peserta didik. Menurutnya, siswa harus diposisikan sebagai subjek pembelajaran agar muncul dorongan belajar dari dalam diri mereka sendiri.
“Bagaimana kita memandang anak-anak didik bukan sebatas objek, melainkan subjek yang mampu memunculkan niat murni untuk belajar. Yang paling utama dalam pembelajaran adalah ruhul mu’allim (jiwa seorang guru). Melalui KBC dan pendekatan deep learning, kita harapkan prestasi madrasah semakin membaik serta mampu saling berbagi pengetahuan dan pengalaman demi kemajuan seluruh madrasah,” tegas Achmad Shampton.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, S.Sos, MM. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Pasuruan.
“Mari kita tingkatkan kolaborasi dengan perlakuan (treatment) yang tepat. Untuk mewujudkan berbagai prestasi pendidikan di Kabupaten Pasuruan, kita harus melaksanakan tugas dan pengabdian ini dari hati,” tutur Tri Krisni.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, para Kepala MTs se-Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengimplementasikan pembelajaran yang humanis, bermakna, serta berorientasi pada peningkatan prestasi peserta didik secara berkelanjutan.(Ebs/Puj)
