PASURUAN java66news.com — Berbeda cara beribadah tidak menghalangi ikatan persaudaraan antarpeserta didik di kawasan pegunungan Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. SDN Ngadirejo I secara konsisten mengimplementasikan pendidikan toleransi dan penanaman nilai-nilai Pancasila melalui tradisi spiritual bertajuk Istisantika, seperti yang kembali dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026).
Istisantika—singkatan dari Istighosah dan Santi Puja—merupakan pembiasaan karakter religius rutin setiap Jumat Manis yang mengakomodasi keberagaman agama di sekolah tersebut. Dalam pelaksanaannya, siswa Muslim menjalankan ibadah istighosah dan doa bersama, sementara siswa Hindu melaksanakan Santi Puja sesuai tata cara keyakinan masing-masing dalam suasana yang harmonis.

Kepala SDN Ngadirejo I Tutur, Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan ruang praktik langsung bagi peserta didik dalam menghayati arti toleransi antarumat beragama.
“Kami tidak sedang mengajarkan anak-anak untuk menjadi sama. Kami mengajarkan mereka untuk tetap bersaudara meskipun berbeda. Toleransi bukan sekadar teori yang dihafalkan, tetapi harus mereka lihat, rasakan, dan praktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Risdiyan kepada java66news.com, Jumat (11/9/2026).

Risdiyan menegaskan, keberagaman keyakinan di lingkungan sekolah merupakan sarana efektif untuk membina karakter kebangsaan sejak usia dini.
“Anak-anak Muslim menjalankan istighosah, anak-anak Hindu melaksanakan Santi Puja. Cara berdoanya berbeda, tetapi mereka belajar satu hal yang sama: menghormati keyakinan orang lain. Inilah Pancasila yang kami ingin mereka hidupkan,” ujarnya.

Menurutnya, penanaman karakter persatuan dan saling menghargai harus dimulai dari jenjang dasar agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang inklusif dan tidak mudah membenturkan perbedaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, SDN Ngadirejo I Tutur berfungsi sebagai miniatur Indonesia yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang menjunjung tinggi keharmonisan, gotong royong, dan persaudaraan sesama anak bangsa.(Ebs/Puj)
