SURABAYA – (java66news.com) Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Timur resmi mengukuhkan kepanitiaan PGRI Power Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2026-2029 Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat untuk menyukseskan Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang ditargetkan tercapai hingga tahun 2029.
Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Djoko Adi Walujo, ST., M.M., DBA bersama Direktur Program Nasional PGRI Power, James Frans Tomasouw, S.Kom., M.Kom. bersepakat bahwa model kepanitiaan lintas unit dan daerah ini dirancang untuk menciptakan dampak yang masif dan terstruktur.
> “Program besar ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat antar unit-unit organisasi serta lintas daerah. PGRI Power Jawa Timur siap bergerak bersama 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk saling mendukung, mengisi, dan menopang satu sama lain,” ujar James Frans Tomasouw dalam keterangannya.
>
Membangun Sinergi untuk Pembelajaran Masa Depan
Kepanitiaan PGRI Power dibentuk berdasarkan Keputusan Nomor 130/Kep/JTI/XXIII/2026 yang ditandatangani pada 25 Mei 2026. Program ini mengusung lima pilar utama yang terkandung dalam akronim POWER yaitu Profesionalisme, Opportunity,Wisdom,Excellence,* dan Resilience
Tim ini mengemban mandat penting untuk membentuk komunikasi guru inovator digital. Tujuannya adalah mewujudkan guru Indonesia yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi guna menciptakan model pembelajaran masa depan yang menyenangkan serta relevan dengan tuntutan zaman.
Untuk memastikan program berjalan optimal hingga ke tingkat akar rumput, struktur kepanitiaan dibagi menjadi 4 Wilayah Koordinasi (Korwil) strategis:
Jatim 1: Meliputi wilayah Tapal Kuda dan sekitarnya (Banyuwangi, Situbondo, Jember, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan).
Jatim 2: Mengaver Surabaya Raya, Madura, hingga kawasan Pantura (Sidoarjo, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Lamongan, Tuban, Bojonegoro).
Jatim 3: Berfokus pada area Mataraman dan sekitarnya (Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Jombang, Mojokerto).
Jatim 4: Meliputi wilayah Malang Raya, Kediri Raya, dan sekitarnya (Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Batu, Kediri).
Setiap koordinator wilayah diperkuat oleh jajaran Tim IT, Inovasi, dan Kreasi dari perwakilan pengurus PGRI serta Smart Learning and Character Center (SLCC) di masing-masing daerah. Integrasi ini diharapkan mampu menghidupkan ekosistem digital dan ekosistem pendidikan yang solid, di mana guru-guru yang telah mahir dapat membimbing sejawatnya—sebuah esensi nyata dari prinsip “bergerak untuk menggerakkan”, kata Drs. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA
Model Kepanitiaan yang Efektif
Melalui skema kolaboratif yang terkoordinasi ini, PGRI Jawa Timur optimis transformasi pembelajaran digital bukan lagi sekadar wacana. Keterlibatan aktif elemen-elemen penting seperti YPLP PGRI, APKS, IGTKI, serta pakar dari perguruan tinggi membuktikan bahwa kepanitiaan ini mengedepankan efektivitas kerja.
Dengan dimulainya pergerakan serentak di 38 kabupaten/kota, PGRI Jawa Timur siap mencetak generasi pendidik masa depan yang siap menuntun siswa-siswi Jatim unggul di era kecerdasan artifisial dan koding. (Red)
