PASURUAN, (java66news.com) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwosari menggelar kegiatan “Deteksi Dini Konflik (EWS)” melalui forum Dialog Kerukunan pada Kamis (21/05/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memitigasi potensi konflik, baik antarumat beragama maupun intern umat beragama di wilayah Kecamatan Purwosari.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dari berbagai latar belakang di seluruh wilayah Kecamatan Purwosari. Kehadiran para tokoh ini menjadi cerminan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan di tengah masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Purwosari, Amaluddin, S.Ag., menekankan bahwa program deteksi dini ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang diskusi untuk menyamakan persepsi.
“Program ini bertujuan untuk memitigasi dan mencegah konflik, baik itu konflik antarumat beragama maupun konflik internal di dalam satu agama. Kita ingin memastikan kerukunan tetap terjaga dengan pendekatan dialogis,” ujar Amaluddin dalam kesempatan tersebut.
Dari hasil dialog, para tokoh agama yang hadir menyatakan kesiapannya untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal dan menjaga kerukunan di desa masing-masing. Mereka berkomitmen untuk peka terhadap situasi di lingkungan sekitar sehingga potensi gesekan sekecil apa pun dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan tekad bulat untuk terus merawat keharmonisan. Seluruh peserta yang hadir dengan kompak menyerukan semangat kebersamaan untuk mewujudkan kerukunan beragama yang kokoh di Kecamatan Purwosari.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam upaya memperkuat integrasi sosial melalui peran aktif tokoh agama sebagai pemersatu umat.(Red)
