PASURUAN, (java66news.com) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grati kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali calon pengantin melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan X yang diselenggarakan pada Kamis (21/5/2026).
Antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi. Dari 30 undangan yang disebarkan, sebanyak 29 calon pengantin hadir mengikuti rangkaian acara. Tingginya angka kehadiran ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala KUA Kecamatan Grati, H. Akhmad Jamaluddin Khoir, S.Ag., M.Pd.I.
Kepada java66news.com, H. Akhmad Jamaluddin Khoir menjelaskan bahwa tingginya partisipasi peserta menjadi indikator kesadaran masyarakat akan pentingnya pembekalan sebelum melangkah ke jenjang rumah tangga.
“Kehadiran hampir 100 persen ini menandakan bahwa para calon pengantin memahami betul betapa krusialnya persiapan diri sebelum melaksanakan pernikahan. Kami berharap materi yang disampaikan dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, H. Akhmad Jamaluddin Khoir memberikan suntikan semangat kepada seluruh peserta dan tim Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Grati yang bertugas. Ia juga menyoroti persiapan menghadapi bulan Juni mendatang, yang dikenal sebagai ‘bulan besar’ dengan padatnya jadwal pernikahan di wilayah Grati.
“Memasuki bulan Juni nanti, terutama pada tanggal 5, 6, 7, dan 8 Juni 2026 yang bertepatan dengan Jumat Pon, banyak masyarakat yang memilih hari tersebut untuk melangsungkan akad nikah. Kami mendoakan dan berharap agar seluruh rangkaian prosesi nanti berjalan dengan lancar dan berkah,” tambahnya.
Kegiatan Bimwin kali ini semakin komprehensif dengan hadirnya narasumber berkompeten di bidangnya, yakni Saifullah, S.Pd., Ibu Aminatuz Zuhriyah, dan Pak P. Khoirul. Selain pembekalan dari sisi agama dan keluarga, kegiatan ini juga disemarakkan dengan materi kesehatan reproduksi yang disampaikan secara langsung oleh petugas dari Puskesmas Kedawung Wetan.
Sinergi antara pihak KUA dan sektor kesehatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh bagi para calon pengantin, baik dari sisi kesiapan mental, spiritual, maupun kesehatan fisik sebelum memasuki gerbang pernikahan.(Red)
