TPA Terbakar Sabtu Sore, Kabid PSLB3 DLHP Magetan Ungkap Kendala Sarpras dan Pembakaran Lahan

Admin · 12 Sep 2026, 19:52 WIB · 176 dilihat · 3 menit baca
Bagikan:
TPA Terbakar Sabtu Sore, Kabid PSLB3 DLHP Magetan Ungkap Kendala Sarpras dan Pembakaran Lahan

MAGETAN — java66news.com Peristiwa kebakaran melanda kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah pada Sabtu (12/9/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Hembusan angin kencang serta kondisi material sampah yang mengering di musim kemarau membuat kobaran api cepat membesar dan meluas.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Eny Purwanti, S.T., M.Si., mengonfirmasi kejadian tersebut saat ditemui oleh wartawan java66news.com di lokasi bencana.

Advertisement
Iklan · Promosi
Pasang Iklan di Java66News
Jangkau ribuan pembaca aktif Jawa Timur setiap hari
Hubungi Kami

Eny menyampaikan bahwa kondisi TPA saat ini sudah cukup tua dan mengkhawatirkan. Ketersediaan sarana maupun prasarana (sarpras) penanganan kebakaran yang dimiliki dinas juga sangat terbatas.

“Sebetulnya TPA kita ini kan sudah usia nggih dan memang mengkhawatirkan. Sarprasnya pun sudah kadaluarsa. Apalagi saat musim kemarau seperti ini, hal yang paling kami khawatirkan adalah potensi kebakaran,” kata Eny kepada java66news.com.

Ia menambahkan, meski DLHP memiliki mekanisme tanggap darurat, kapasitas sarpras yang ada belum ideal untuk memadamkan kebakaran skala besar. Petugas di lapangan juga sempat terkendala minimnya pasokan air sebelum akhirnya mendapat pasokan tambahan dari pengelola pintu air setempat.

“Di satu sisi kami punya prosedur tanggap darurat, tetapi sarprasnya belum mumpuni untuk potensi kebakaran sebesar ini. Kami juga sempat kesulitan sumber air, namun alhamdulillah terbantu oleh petugas pintu air yang memberi tambahan suplai,” jelasnya.

Diduga Dipicu Pembakaran Lahan di Sekitar TPA

Eny sangat menyayangkan adanya dugaan pembakaran lahan di luar area TPA yang memicu merembetnya api, meskipun imbauan pencegahan telah berulang kali disampaikan oleh petugas.

“Yang kami sesalkan, masih ada aktivitas pembakaran lahan di sekitar TPA. Padahal sudah sering diingatkan dan diantisipasi oleh teman-teman. Namun, kalau sudah berhadapan dengan faktor angin dan cuaca, tentu sangat sulit dikendalikan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pemadaman TPA memerlukan waktu yang lebih lama karena titik api telah menjalar hingga ke lapisan bawah tumpukan sampah (landfill). Terlebih, proses penutupan tanah (soil covering) pada area landfill tersebut belum rampung sepenuhnya.

“Proses pemadaman pasti butuh waktu lebih lama karena api tidak hanya di permukaan, tetapi sudah menjalar ke bagian dalam landfill. Apalagi lapisan landfill-nya belum stabil dan baru diproses penutupan tanah, belum selesai 100 persen,” tambah Eny.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, serta petugas DLHP Magetan masih terus berjibaku di lapangan dan memfokuskan upaya pada proses pembasahan guna menembus bara api di dalam tumpukan sampah.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan BPBD, Damkar, dan petugas DLHP yang bertaruh keselamatan di atas tumpukan sampah demi memadamkan api. Semoga situasi ini bisa segera teratasi dan api tidak meluas,” tutupnya. (Had/Ebs)

176 kali dilihat
Bagikan artikel ini:
Admin
Penulis

Admin

Jurnalis Java66news

Lihat semua artikel →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *